Home » » Gua Di Tanbu Pernah Dihuni Manusia Prasejarah 3000 Tahun SM

Gua Di Tanbu Pernah Dihuni Manusia Prasejarah 3000 Tahun SM

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 31 Maret 2015 | 00.13

BATULICIN –  Gua-gua yang ada di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu pernah dimanfaatkan oleh manusia prasejarah sebagai tempat tinggal. Hal tersebut terkuak saat Sosialisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Cagar Budaya Kawasan Kars yang diselenggarakan oleh  Balai Arkeologi Banjarmasin bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu (Disporabudpar Kab. Tanbu) di Ruang Rapat Kantor Bupati Tanah Bumbu, Gunung Tinggi, Batulicin, belum lama tadi.

Kepala Disporabudpar Tanbu, H.M. Thaha mengatakan indikasi yang menguatkan jika gua tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah dengan ditemukannya artefak berupa sisa-sisa makanan cangkang kerang, pecahan batu sisa-sisa alat rumah tangga, artefak kerangka manusia, hingga pada lukisan yang ada didalam goa.
Penelitian arkeologi prasejarah di Tanbu tersebut, ujar H.M. Thaha dilakukan oleh Balai Arkeologi Banjarmasin sejak tahun 2006 yang lalu. Survei yang dilakukan pada tahun 2006 tersebut dilakukan di tiga desa di Tanbu yaitu Desa Mantewe, Desa Rejosari, dan Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, HM. Thaha menyambut positif bagi pengembangan wisata alam atau gua di Tanbu. Dengan ditemukannya jejak manusia prasejarah 3000 tahun sebelum masehi tentunya menambah nilai ilmu pengetahuan, nilai sejarah dan nilai budaya di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kedepannya, ujar HM Thaha, pemkab Tanbu melalui Disporabudpar akan membentuk tim untuk kajian kelayakan menjadikan bukit liang bangkai dan gua sugung sebagai situs cagar budaya nasional di Kabupaten Tanah Bumbu. dan tidak menutup kemungkinan pula akan dijadikan warisan dunia.
Dari data yang disampaikan pada saat sosialisasi,  Balai Arkeologi Banjarmasin berhasil menemukan situs-situs prasejarah di Tanah Bumbu seperti gua sugung, gua landung, dan gua pembicaraan di Kecamatan Mantewe, Gua Harimau di Desa Rejosari, dan Gua Payung/gua Tanjak di Desa Bulurejo.
Adapun peserta sosialisasi hasil penelitian yaitu guru sejarah SMP dan SMU yang ada di Tanbu. Kades di kecamatan mantewe, camat  dimasing-masing wilayah yang ada situs prasejarahnya serta SKPD yang ada di kab. Tanbu. (relhum)
 
 


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved