Home » » LAPSUS HUT Kab.Tanah Bumbu Ke-12 tahun 2015

LAPSUS HUT Kab.Tanah Bumbu Ke-12 tahun 2015

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 02 April 2015 | 04.27


LAPSUS
HUT Kab.Tanah Bumbu Ke-12 tahun 2015
Lima Tahun Kepemimpinan Mardani H Maming
Bersama H Difriadi Darjat

Diusianya ke-12 yang jatuh pada 08 April 2015 Kabupaten Tanah Bumbu menorehkan sejarah baru tentang realisasi pembangunan secara menyeluruh di bawah kepemimpinan Mardani H Maming bersama H Difriadi Darjat .
Sejak lima tahun terakhir pasca dilantiknya Mardani H Maming dan H Difriadi Darjat sebagai Bupati dan wakil Bupati oleh Gubernur Kalimantan Selatan,  H Ruddy Ariffin tepatnya di hari Senin, 20 September 2010  di Gedung Mahligai Bersujud, Kapet Batulicin, tidak sedikit perubahan pembangunan di daerah yang manfaatnya cukup besar dirasakan masyarakat.
Sejak saat itu, perubahan demi perubahan realisasi pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu terus ditingkatkan.
Sebagai bukti keberhasilan pembangunan yang dijalankan, berbagai penghargaan telah berhasil diraih baik dari tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
Bukti keberhasilan itupun juga diperkuat dengan besarnya jumlah Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) yang hingga saat ini terus mengalami peningkatan.
Mulai 2010,  APBD Tanah Bumbu yang hanya sebesar Rp. 628.574.142.719,52, dua tahun kemudian naik menjadi Rp. 1.077.624.762.568,13. Memasuki 2015, APBD Tanah Bumbu naik menjadi Rp. 1.295.333.685.833,00.
Meningkatnya APBD, juga telah di ikuti dengan naiknya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana pada 2010 PAD Tanah Bumbu yang hanya mencapai Rp. 24. 093.777.201,52. Pada tahun 2014 sebesar Rp. 84.464.250.169,63, dan  di tahun 2015 menjadi Rp. 117.751.306.727,41.
Meningkatnya jumlah PAD dan APBD Tanah Bumbu, turut mendorong semangat jajaran pemerintah daerah untuk terus mengembangkan dan merealisasikan program kerja pembangunan masyarakat.
Realisasi pembangunan di Kabupten Tanah Bumbu secara garis besar terangkum melalui Program Tri Dharma Pembangunan Daerah, yang meliputi pembangunan bidang infrastruktur, bidang pendidikan, dan bidang kesehatan. Serta program penanggulangan kemiskinan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Ditambah lagi program unggulan untuk masyarakat perdesaan berupa Program Satu Milyar Satu Desa yang realisasinya dilaksanakan sejak awal tahun 2015.  
Program Satu Milyar Satu Desa Jadi Solusi Pemerataan Pembangunan Di Desa
Lahirnya Program Satu Milyar Satu Desa dilatar belakangi oleh keinginan Bupati Mardani H Maming agar terjadinya pemerataan pembangunan diperdesaan. Akhirnya tanggal 28 Januari 2015 Pemerintah Daerah Tanah Bumbu melaunching program tersebut yang dananya bersumber dari APBD sebesar Rp. 144 Milyar.
Ada sekitar 144 Desa  yang dipastikan masing-masing akan mendapat alokasi dana Rp.1 milyar melalui program tersebut. Dengan adanya dana itu seluruh jajaran pemerintah desa bersama masyarakat diberi keleluasaan sebesar-besarnya untuk membangun desanya sendiri sesuai skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan adanya program daerah Satu Milyar Satu Desa, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan pembangunan infrastruktur desa saja. Namun lebih dari itu, pemerintah desa juga mampu menciptakan iklim lingkungan yang lebih kondusif diwilayah perdesaan.
Termasuk juga meningkatkan kegiatan bidang kepemudaan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan perdesaan.
Alokasi dana Rp.1 milyar yang diperuntukan masing-masing desa, kedepanya juga diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat desa bidang keagamaan, bidang keterampilan, peningkatan pendapatan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peningkatan pelayanan kesehatan,  menunjang kegiatan 10 program pokok PKK, membangun sarana pendidikan, sarana olahraga, dan karang taruna.
Selanjutnya untuk meningkatkan sistem keamanan dan ketentraman desa, pembangunan sarana publik dan sarana perekonomian desa, pembuatan irigasi, jembatan, los pasar, serta lumbung pangan.
Dan yang tidak kalah penting, untuk kegiatan gotong royong, penguatan modal BUMDes, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, pemasaran produk dan serangkaian program lain demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat perdesaan yang lebih baik.
KASPIN Tekan Jumlah Siswa Putus Sekolah
Untuk bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu  melalui program unggulanya berupa Kartu Sehat dan Pintar (KASPIN) juga tak sedikit menciptakan iklim perubahan yang positif.
Program KASPIN yang digagas pemerintah daerah sejak awal 2012 tersebut, banyak membawa kemajuan bagi masyarakat daerah khususnya di bidang pendidikan dengan turunya angka putus sekolah dan bertambahnya jumlah warga yang sudah melek huruf.
Melalui program KASPIN, pemerintah daerah memfasilitasi pendidikan secara gratis bagi keluarga tidak mampu atau siswa yang putus sekolah akibat tidak adanya biaya.
Demi mendorong suksesnya pelaksanaan program tersebut tahun ini pemerintah daerah telah kembali menganggarkan dana sebesar Rp.1.127.600.000.
Dengan anggaran itu pula, pemerintah daerah membiayai program pendidikan paket A,paket B, dan paket C. Termasuk Program Keaksaraan Fungisional bagi masyarakat yang  buta aksara.
Secara keseluruhan, jumlah prosentase siswa putus sekolah di Tanah Bumbu mulai  2013 sebelumnya mencapai 0,89 %. Angka ini kian menurun hingga akhir 2014 menjadi 0,9 %.
Sedangkan jumlah warga buta aksara atau buta huruf, berdasarkan hasil evaluasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Bumbu pada 2010 masih sebanyak 12.355 orang. Empat tahun kemudian jumlah inipun bisa menurun jadi 5.955 orang dan di awal 2015 turun kembali menjadi  4.575 orang.
Di bidang pendidikan, hakekatnya pemerintah daerah tidak hanya menerapan program pendidikan berupa sekolah gratis dan pengentasan buta aksara saja.
Namun lebih dari itu juga terus berupaya meningkatkan program pembangunan sarana dan prasarana berupa gedung sekolah.
Pada  tahun 2013, jumlah keseluruhan gedung sekolah di Kabupten Tanah Bumbu berkisar 485 sekolah. Memasuki 2015, jumlah seluruh gedung sekolah dari semua jenjang pendidikan  menjadi 593 sekolah.
Tahun ini pemerintah daerah akan kembali membangun  6 unit gedung sekolah. Terdiri atas 3 unit gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 1 Unit Sekolah dasar (SD), 1 Unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 Unit Sekolah menengah Kejuruan (SMK).
Membaiknya kualitas pendidikan di Tanah Bumbu, juga telah dibuktikan dengan keberhasilan para siswa yang meraih berbagai penghargaan sekolah ditingkat provinsi Kalimantan Selatan.
Jumlah seluruh prestasi siswa di Kabupaten Tanah Bumbu yang tercatat pemerintah daerah hingga akhir 2014 antara lain berupa penghargaan juara satu nilai Ujian Nasional terbaik  SMK Tingkat Provinsi Kalimatan Selatan (Kalsel), Juara dua OSN Tingkat Provinsi Kalsel, Juara dua LDBI (Lomba Debat Bahasa Inggris) tingkat Provinsi Kalsel, juara satu LKS Tekhnik Permesinan tingkat Provinsi Kalsel, Juara II LKS Otomotif tingkat Provinsi Kalsel, Juara II LKS Agronomi tingkat Provinsi Kalsel, dan juara 1,2, dan 3 IPA tingkat Provinsi Kalsel.
Sedangkan untuk prestasi sekolah, pada tahun 2014 sempat meraih prestasi juara pertama Lomba Adiwita Sekolah dan juara dua Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalsel.
Layanan Kesehatan Gratis Untuk Warga Kurang Mampu
Tak ubahnya dengan layanan pemerintah di bidang pendidikan, melalui program KASPIN Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu.
Program layanan kesehatan secara gratis diberlakukan melalui seluruh Puskesmas dan instansi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr  Andi Abdurrahman Noor.
Melalui Program Kesehatan Gratis, pemerintah daerah menjamin atau menanggung semua biaya pengobatan masyarakat melalui dana APBD. Jaminan biaya tersebut juga diperuntukan kepada para ibu hamil yang ingin melahirkan dengan cara operasi atau cesar.
Anggaran kesehatan gratis yang dialokasikan pemerintah daerah melalui APBD tahun anggaran 2011mencapai Rp. 2.755.382.668. Pada 2012 naik menjadi Rp. 3.647.696.420, 2013 sebesar Rp. 16.351.423.269, 2014 sebesar Rp.23.873.336.954, dan 2015 anggaran tersebut kembali naik menjadi Rp.31.296.689.030.
Kategori pelayanan kesehatan gratis yang dimaksud dalam hal ini meliputi pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan, pelayanan persalinan cesar dan persalinan normal. Termasuk pelayanan rumah sakit kelas III di RSUD, dr Andi Abdurrahman Noor.
Program layanan kesehatan gratis telah memberikan dampak positif terhadap turunya angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Jumlah angka kematian bayi pada 2012 yang masih mencapai 47 orang, pada tahun 2013 turun menjadi 16 orang.
Jumlah inipun kian menurun hingga akhir 2014. Saat itu jumlah angka kematian bayi tinggal menjadi enam orang per 1000 jumlah kelahiran hidup. 
Untuk angka kematian ibu pada saat melahirkan pada 2012 masih mencapai 11 orang. Dua tahun kemudian, tepatnya di akhir 2014 turun menjadi  tujuh orang per 1000 kelahiran hidup.
Berkurangnya Angka Kematian Ibu melahirkan dan Angka Kematian Bayi saat melahirkan juga didukung dengan tersedianya sarana kesehatan. Saat ini, jumlah fasilitas yang ada di Tanah Bumbu yaitu sebuah RSUD, satu buah rumah sakit swasta, 14 Puskesmas, dan 97 Poskesdes.

Berkomitmen Bangun Sarana Infrastruktur
Seiring berlangsungnya pembangunan di bidang pendidikan dan bidang kesehatan, sarana infrastruktur jalan yang juga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat juga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sadar pentingnya kebutuhan tersebut, pemerintah pun berkomitmen untuk lebih meningkatkan kualitas jalan kabupaten, baik yang berupa jalan penghubung antar kecamatan, antar desa dan kelurahan hingga jalan lingkungan dengan harapan dapat  memberi dampak positif terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar.
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), panjang jalan seluruhnya  mencapai 1356,08 km. Sedangkan panjang jalan yang menjadi tanggung jawab Kabupaten yaitu 784 km.
Sedangkan jalan dalam kondisi baik dan kondisi sedang hingga tahun 2015 sepanjang 501,56 km. Dan jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 229,59 km, kemudian sisa  jalan dengan kondisi rusak berat di Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang 52,85 km.
Kemudian untuk  jalan lingkungan yang sudah diperbaiki sejak tahun 2011 sampai tahun 2015  sepanjang 157,49 km, sedangkan pembangunan drainase dari tahun 2012 sampai tahun 2015 sepanjang 81,3631 km yang dibangun.
Kondisi jalan yang memadai, diharapkan dapat sinergi dengan tujuan pemerintah daerah yang ingin mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai salah satu pusat pelabuhan dan perdagangan terdepan di Kalimantan.
Cita-cita pemerintah daerah tersebut telah tertuang dalam Visi dan Misi "Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai Pusat Pelabuhan, Perdagangan dan Pariwisata Terdepan di Kalimantan Berbasis Ekonomi Kerakyatan Menuju Tanah Bumbu Yang Maju, Unggul, Mandiri, Sejahtera, Aman, Religius, dan Berakhlak Mulia Serta Berintelektualitas Tinggi"  
Sebagai bentuk komitmen atas visi-misi tersebut, tahun 2015 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 185.441.435.000. Anggaran itu rencananya digunakan untuk meningkatan pembangunan jalan, jembatan, dan trotoar. Realisasi pembangunan infrastruktur tersebut nantinya akan tersebar di 10 Kecamatan.
Pelaksanaan pembangunanya ditarget tuntas hingga akhir tahun 2015. Seiring dengan upaya pemerintah daerah melakukan pembenahan dan peningkatan infrastruktur di perkotaan.
Untuk wilayah perkotaan, khususnya di kawasan Kecamatan Simpang Empat tahun ini pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp. 14.000.000.000.
Dana tersebut digunakan untuk perbaikan dan pelebaran Jl. Transmigrasi sepanjang 6 km dan lebarnya 18 meter. Termasuk pembuatan saluran drainase di sepanjang ruas jalan tersebut.
Perkuat Sektor Ketahanan Pangan
Selain bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, peningkatan hasil pertanian juga terus dilakukan oleh pemerintah daerah demi memperkuat sektor ketahanan pangan masyarakat di daerah.
Seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan juga semakin mempermudah masyarakat petani untuk memasarkan hasil panen ke sejumlah pusat perkotaan.
Program peningkatan hasil produksi pertanian yang dilakukan pemerintah daerah antara lain program perluasan lahan, penyaluran bantuan bibit, bantuan Alat-alat Mesin Pertanian (Alsintan), dan upaya pembinanaan terhadap masyarakat petani.   
Jumlah bantuan Alsintan berupa traktor yang tersalurkan ke petani sejak tahun 2011 sampai tahun 2014 sudah sebanyak 550 unit yang tersalurkan. Yaitu  tahun 2011 ada sebanyak 71 unit, tahun 2012 sebanyak 41 unit, 2013 sebanyak 288 unit, dan tahun 2014 sebanyak 150 unit.
Tahun 2015 pemerintah daerah, juga kembali menyalurkan bantuan Alsintan ke petani. Alsintan tersebut berupa dua unit  mesin penanam padi yang harganya Rp.70 juta dan lima unit mesin khusus untuk memanen padi.
Demi tercapainya target produksi petani, pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) tahun juga telah menjalin kerja sama dengan TNI.
Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk mendorong perluasan lahan pertanian. Sehingga kedepanya tak ada lagi lahan tidur yang kesanya terbengkalai karena belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
Hasil produksi petani, akhirnya membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Mulai  tahun 2010 jumlah produksi petani mencapai 92.732 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan di tahun 2013 naik menjadi 99.525 ton GKG. Kemudian di akhir 2014 naik kembali menjadi 101.231 ton GKG.
Dengan luas tanam 30.000 hektar jumlah produksi tahun ini ditargetkan mencapai 130.950 ton GKG. Target tersebut dipastikan dapat terealisasi seiring upaya pemerintah daerah yang terus melakukan pembinaan terhadap petani.


Berhasil Membangun Sektor Perkebunan
Tak ubahnya bidang pertanian, usaha di sektor perkebunan juga menjadi salah satu potensi usaha unggulan masyarakat di daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis usaha pekerbunan yang banyak dikembangkan petani  adalah kebun karet dan kelapa sawit.
Secara kesinambungan, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming juga menggulirkan kebijakan strategis di bidang perkebunan tersebut. Penyaluran bantuan bibit karet dan bibit kelapa sawit secara bertahap dilakukan demi mendorong peningkatan produksi sektor perkebunan itu.
Termasuk juga penyaluran jenis bantuan yang lain seperti Saprodi berupa pupuk dan herbisida.  Serta upaya pemberian pelatihan dan penyuluhan terhadap kelompok tani terkait proses penanaman dan pemeliharaan sektor perkebunan hingga program pasca panen.  
Penyaluran bantuan bibit karet yang dilakukan pemerintah daerah pada tahun 2013 mencapai 250.000 batang. Sedangkan bibit kelapa sawit sebanyak 70.000 batang. Selanjutnya di tahun 2014 pemerintah kembali menyalurkan bantuan bibit karet sebanyak 140 batang. Kemudian bibit kelapa sawit sebanyak 500 batang.
Bantuan pendukung lainya yang juga telah diberikan adalah berupa pembangunan pasar transit hasil perkebunan karet, kios tempat penyediaan saprodi, penguatan modal usaha kelompok tani dalam menyediakan bahan pembeku lateks, peralatan mangkok sadap, talang sadap, kawat pengikat, pisau sadap, batu asah, ember, dan talang alumunium untuk memenuhi kebutuhan petani menyadap karet.
Pemberian bantuan itu dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah produksi petani secara maksimal.
Jumlah produksi petani karet pada tahun 2010 mencapai 6.530,83 ton. Tiga tahun kemudian, tepatnya akhir 2013 naik menjadi 17.031,2 ton.
Untuk jumlah produksi hasil kebun kelapa sawit tahun 2010 mencapai 241.948,5 ton. Berlanjut di tahun 2011 menjadi 391.268,0 ton, dan akhir 2014 naik menjadi 410.358,5 ton. 
Demi memaksimalkan kesejahteran para petani khususnya di sektor perkebunan, pemerintah daerah saat ini juga membuat terobosan dengan membangun perusahaan  pengolahan karet,  PT Nusantara Batulicin dan perusahaan pengolahan kelapa sawit, PT Batulicin Agro Sentosa (BAS)
Kedua pabrik tersebut dibangun berkat kerja sama antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan pengembang plasma kebun karet dan kelapa sawit di daerah tersebut.
Peletakan batu pertama pembangunan PT BAS dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudi Ariffin  pada tanggal 02 Februari 2013 di Kecamatan Karang Bintang.
Satu tahun sebelum pembangunan perusahaan itu, pada Maret 2012 pemerintah daerah juga telah membangun PT Nusantara Batulicin berkat kerja samanya dengan  PT Perkebunan Nusantara XIII (PT PN XIII) di Kecamatan Karang Bintang.
Pada tahun 2013 PT Nusantara Batulicin berhasil melakukan eksport perdana hasil karet yang dibeli dari masyarakat untuk dikirim ke Singapura. Jumlah karet yang di eksport sebanyak 241,92 ton, yang mana karet tersebut sebelumnya masih berupa Lumb, kemudian diproses menjadi karet setengah jadi untuk selanjutnya di ekspor ke negara tujuan.
Pembangunan Sektor Pariwisata
Selain sektor perkebunan, pemerintah daerah juga membangun potensi sektor pariwisata. Tidak sedikit obyek wisata di Tanah Bumbu yang akhirnya banyak dikenal dan dikunjungi masyakat baik dari wisatawan lokal maupun nasional dan bahkan internasional. Dari sekian banyak objek wisata yang ada di Tanbu, yang menjadi ikon pemerintah daerah yaitu Objek Wisata Pantai Angsana dengan terumbu karangnya dan objek wisata pantai pagatan dengan Mappanretasinya atau pesta laut.
Pembangunan sektor pariwisata, kedepanya diharapkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai upaya pembangunan dan pembenahan sektor pariwisata antara lain membangun sarana infrastruktur jalan menuju lokasi wisata, dan melengkapi sejumlah sarana seperti tempat bemain, gazebo, wc umum serta kios souvenir untuk memenuhi kebutuhan pengunjung khususnya di kawasan obyek wisata Pantai Rindu Alam,  Kecamatan Kusan Hilir.
Tahun 2015, pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata telah menganggarkan kembali dana sebesar Rp. 1.770.000.000 untuk membangun objek wisata pantai dan objek wisata religious.
Kemudian di tahun 2016 pemerintah daerah berencana menganggarkan dana sebesar Rp. 15.978.000.000 untuk menuntaskan sarana dan prasrana objek wisata pantai wisata religious, wisata alam, dan kios souvenir khususnya dikawasan wisata di pantai Angsana, Kecamatan Angsana.
Selain pantai Angsana dan Pantai Pagatan, destinasi wisata unggulan lainnya yang cukup terkenal di Tanah Bumbu adalah tempat wisata religious Makam Mufti H.M. Arsyad atau Kubah Pagatan, di Kecamatan Kusan Hilir.
Selain itu ada Wisata Wahana Batu Buaya di Desa Sei Cuka Kecamatan Satui dan Wisata Alam Goa Liang Bangkai di Kecamatan Mantewe.
Tidak hanya membangun sarana dan prasarana di lokasi obyek wisata. Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesejahteran masyarakat disektor pariwisata, dengan membina para pengrajin dan pedagang kuliner dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Dengan berbagai upaya pengembangan objek wisata tersebut pemerintah daerah Tanah Bumbu suskes meraih prestasi bidang kepariwisataan. Prestasi itu antara lain Juara II Destinasi Wisata Pantai Angsana Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dan Nominasi Sepuluh Besar terbaik Destinasi Wisata Pantai Angsana Ditingkat Nasional tahun 2013.
Hasil Penikanan Meningkat
Selain sektor pariwisata yang di dukung dengan keindahan pantai, Kabupaten Tanah Bumbu juga memiliki potensi sumber daya laut dan perikanan yang cukup besar.  Hasil tangkapan nelayan terus mengalami peningkatan yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan jumlah kebutuhan konsumsi ikan masyarakat keseluruhan pertahun.
Pada 2010, jumlah produksi nelayan di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 20.110,71 ton. Menginjak 2013 naik menjadi 43.158,37 ton dan di akhir 2014 menjadi 46.500 ton.
Naiknya hasil tangkap nelayan, tidak lepas dari upaya pemerintah daerah yang secara bertahap menyalurkan berbagai macam bantuan alat kebutuhan nelayan.
Jumlah perikanan, kini mengalami surplus atau lebih besar dibandingkan jumlah kebutuhan konsumsi ikan masyarakat yang rata-rata sebesar 14.000 ton per tahun.
Melihat besarnya produksi hasil perikanan, tidak sedikit nelayan yang kini mampu menjual ikan hingga ke daerah lain. Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Tanah Bumbu juga sudah terbukti lulus uji Laboratorium Dinas Perikanan Provinsi  Kalimantan bahwa tidak mengandung formalin atau bebas dari kandungan zat kimia berbahaya lainya.
Hasil tangkapan nelayan, sebagian juga dibuat menjadi produk olahan seperti kerupuk ikan, amplang, bakso ikan, nugget ikan, ikan asin, dan terasi yang menjadi makanan kahas masyarakat di daerah. Pembuatan produk olahan tersebut turut mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya dilingkungan masyarakat nelayan. (Humas Tanah Bumbu)





Prestasi dan Penghargaan
  1. Penghargaan  Innovative Government Award Tahun 2011 Dari Menteri Dalam Negeri RI H Gamawan Fauzi,
  2. Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2012 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
  3. Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
  4. Penghargaan e-Procurement Award 2013 Kategori Komitmen Pencapaian Inpres No 1 2013 oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah,
  5. Penghargaan Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 Dengan Capaian Standart Tertinggi dalam Akutansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah dari Menteri Keuangan,
  6. Penghargaan Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan Kategori Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) Aspek Tata Kelola Desa Tahun 2014 dari Menteri Dalam Negeri,
  7. Penghargaan dari Presiden RI karena berhasil meningkatkan Produksi Beras diatas 5 Persen pada tahun 2012,
  8. Prestasi Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Terbaik di Propinsi Kalimantan Selatan dan Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2013,
  9. Penghargaan Terbaik Pertama Lomba HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) Tingkat Nasional Nasional Tahun 2013,
  10. Penghargaan Destika Award Tahun 2014 Kategori Website Desa Terbaik dan Kategori Website Desa Terbanyak Tingkat Nasional,
  11. Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke XXVI Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012,
  12. Penghargaan Jaminan Sosial Award Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2014 dari Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved