Home » » Bupati Tutup Lokalisasi, Siapkan Rp 3 M

Bupati Tutup Lokalisasi, Siapkan Rp 3 M

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 20 Mei 2015 | 14.15

‎Batulicin, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Rabu (20/5) kumpulkan sejumlah unsur Muspida, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Pengelola Lokalisasi Kapis Batu Ampar, dan juga pengelola Lokalisasi Simp Empat Sumpol Satui, bertempat di Ruang Rapat Kediaman Bupati, di Jalan Raya Manggis Kecamatan Batulicin, sekitar pukul 12.00 Wita.

Pertemun tersebut bertujuan untuk meluruskan niat dan tujuan Bupati Tanah Bumbu, untuk menutup dengan tegas keberadaan lokalisasi lokalisasi yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu. Sekedar diketahui, dari program perencanaan yang telah ada, ‎seluruh PSK yang terdata sebanyak kurang lebih 300 orang bakal di pulangkan ke kampung halamannya melalui kapal laut, dengan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah berikut dengan pesangon dan juga tali asih masing masing Rp 10juta per orang.

"kita tidak mau hanya sekedar memulangkan saja, tapi kita juga wajib memikirkan nasib mereka setelah dipulangkan. Mau kerja apa mereka, bagaimana mereka melangsungkan kehidupannya di kampung halamannya. Untuk itu, kita juga menyiapkan alokasi anggaran untuk mereka bawa, selain tiket dan juga pesangon. Kita harapkan uang yang kita berikan bisa menjadi modal usaha mereka" ujar Mardani H Maming.

Dalam pertemuan itu, Dandim 1022 letkol Inf Mustakim menegaskan untuk penertiban kali ini bukan hanya untuk program‎ pemulangan saja, tapi juga meminta agar pemerintah memberlakukan system pencekalan untuk setiap wilayah masuk ke Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu, penertiban PSK ini juga harus dilkukan di hotel hotel, warung remang remang, dan juga kawasan liar lainnya.

"termasuk adanya diskotik yang berkedok disebuah hotel untuk turut serta ditertibkan, karena untuk kelas kabupaten tidak diperkenankan adany diskotik" ujar Dandim.

Sementara dari ketua NU Tanbu, Guru H. Kamaruddin yang juga turut berhadir, menjelaskan upaya pemerintah untuk menghapuskan prostitusi melalui lokalisasi Kapis, Simpang Empat Sumpol, Hotel dan Salon, patut diberikaan apresiasi dan harus didukung dengan kekuatan penuh seluruh elemen masyarakat. Agar program ini dapat berjalan dengan tertib aman dan lancar tanpa harus ada tindak kekerasan maupun arogansi dari sekelompok orang maupun golongan. sehingga Tanah Bumbu bisa mewujudkan diri sebagai Kabupaten yang Bersujud sesuai selogannya.

"berdasarkan informasi, selain lokalisasi tempat lain yang patut di tertibkan adalah prostitusi yang kerap dilakukan di hotel dan salon, bahkan kawasan pasar minggu yang kerap transaksinya dengan harga "kiloan"..alias kelas ecek ecek. Kalau Hotel Hotel di Batulicin rata rata menyediakan ledis untuk siap di eksekusi dengan harga 2 juta rupiah sampai dengan 3 juta rupiah. ini juga patut diberangus" ujar Ustadz Kamaruddin.

‎Sementara dari data Dinas Kesehatan yang diungkapkan oleh H Damrah selaku Kepala Dinasnya, mengatakan total penderita HIV, di Tanah Bumbu dari data tahun 2003 sd 2014 terdapat sekitr 227 kasus, kemudian ditemukan kasus baru, 10 penderita HIV di bulan Maret 2015, ‎AIDS meninggal 7 orang  dari 16 orang yang terinfeski. " selain telah di karantina, kemudian dilakukan pengobatan, kita juga sudah memulangkan mereka yang teridentifikasi" ujarnya. (ley)











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved