Home » » Tanbu Tidak Main-Main Berantas Prostitusi 

Tanbu Tidak Main-Main Berantas Prostitusi 

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 23 Juli 2015 | 15.51

BATULICIN l– Jajaran pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu)berkomitmen untuk tidak main-main dalam memberantas tempat-tempat prostitusi dengan cara memulangkan para pelakukanya ke daerah asal masing-masing. 

Sejak sebelum Ramadhan, setidaknya sudah sekitar 301 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dipulangkan pemerintah Tanbu ke daerahnya masing-masing dengan harapan mereka tidak melakukan praktek prostitusi lagi.

"Ternyata, masih ada saja yang kembali ke sini (Tanbu) untuk beroperasi atau praktek prostitusi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Kasatpol-PP dan Linmas) Tanbu, Helambang di Batulicin, Kamis (23/7) kemarin.

Jumlah sementara PSK yang ditemukan kembali  lagi ke daerah Tanbu sekitar tiga orang. Satu orang diantaranya berasal dari warga lokal, satu orang dari Kota Banjarmasin, dan satu orang lagi dari Jawa. 

Ketiganya berhasil diamankan oleh petugas Satpol-PP yang saat itu sedang melakukan penertiban tempat prostituasi di wilayah  Kecamatan Satui. Mereka diamankan di kantor Satpol-PP untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Herlambang, di amankanya tiga orang PSK tersebut merupakan salah satu tindakan nyata pemerintah daerah dalam rangka memberantas praktek Prostitusi. Pemerintah pun tidak akan segan-segan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 Tahun 2007 tentang Ketentraman, Ketertiban, dan Kebersihan (K3) terhadap para PSK, jika ternyata nanti mereka ditemukan lagi beroprasi di wilayah Tanbu.

"Sanksi hukumanya kurungan selama enam bulan. Dan denda, sebesar Rp.50 juta," kata Herlambang seraya menghimbau kepada para PSK yang sudah dipulangkan ke daerahnya agar mereka tidak lagi melakukan praktek prostitusi.

Tindakan tegas Satpol-PP dalam memberantas PSK sebelumnya juga mendapat dukungan penuh dari  Bupati Tanbu Mardani H Maming.  Menyusul diterbitkanya Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 277 Tahun 2015 Tentang Pelarangan Praktek Prostitusi, bupati berharap tidak ada lagi praktek-praktek prostitusi di "Bumi Bersujud" (istilah lain sebutan Kabupaten Tanbu).

Setidaknya ada dua lokasi yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah Tanbu karena kerap menjadi tempat praktek prostitusi . Lokasi tersebut antara lain terkenal dengan sebutan Kapis di Kecamatan Simpang Empat,  dan Palpalan yang terletak di kawasan Kecamatan Satui.

"Satpol-PP saat ini harus ekstra ketat menjaga dan memantau dua lokasi tersebut. Supaya para PSK yang sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing tidak kembali lagi untuk melayani pelanggan di daerah tersebut," tegas Mardani (relhum).    

Keterangan :

FOTO 1 dan 2. Anggota Satpol PP dan Linmas Tanbu saat mengamankan  tiga orang PSK yang terjaring razia. Penertiban PSK merupakan salah satu tindakan nyata pemerintah daerah dalam rangka memberantas praktek Prostitusi di Tanah Bumbu.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved