Home » , » Dandim 1022: Pemuda Harus Pahami Proxy War

Dandim 1022: Pemuda Harus Pahami Proxy War

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 23 Agustus 2015 | 18.32


BATULICIN- Komandan Kodim 1022 Tanah Bumbu Letkol Inf Mustaqim menyampaikan bahwa pemuda harus paham tentang proxy war. Ia menjelaskan bahwa proxy war merupakan perang masa kini dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau komponen lainnya untuk berperang melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.
Hal tersebut dia katakan pada Seminar Kebangsaan yang di gelar di Aula Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat  Jum at(21/08).
Menurutnya seiring perkembangan teknologi, karakteristik perang mengalami pergeseran. Perang tidak lagi banyak dilakukan secara fisik. Salah satu bentuk perang yang sedang dan masih akan terus berlangsung adalah perang proxy.
Dia juga menjelaskan indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Letaknya pada garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki iklim yang baik untuk bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga kaya akan sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batubara.
"Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan, dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan," ucapnya.
Untuk itu ia mengingatkan para pemuda tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan ideologi yang berkembang di masyarakat.
"Kelompok-kelompok tersebut seringkali muncul dalam berbagai bentuk organisasi masyarakat yang mengusung misi-misi tertentu yang cenderung mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa," tambahnya.
Sementara itu Seminar Kebangsaan yang mengusung tema  memperkokoh persatuan komponen Bangsa Dalam Menyongsong 70 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Menuju Indonesia Emas. Juga disampaikan Wakil Bupati Tanah Bumbu Drs. Difriadi Darjad saat membuka acara tersebut.
Menurut Wabup nasionalisme sebagai warga negara harus terus  dipelihara. Hal itu dapat dimulai dari sikap memahami makna sejarah perjuangan yang sudah dilakukan pejuang terdahulu. "Tanpa pejuang terdahulu negara ini tidak bisa berdiri seperti ini,kemerdekaan bukan hadiah dari penjajah namun kemerdekaan lahir dari hasil keringat dan tetesan darah" ungkap Wabup.
Wabup menambahkan, yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah peningkatan kewaspadaan semua pihak. Menurutnya lagi ancaman musuh terdahulu lebih mudah dikenali, dibandingkan musuh sekarang," Dia bersembunyi tanpa menampakan muka, namun gerakan mereka untuk menghancurkan tetap berjalan,"Pungkas Wabup. Sementara itu, acara  digelar Kodim 1022 Tanbu,  Dihadiri pihak polres Tanbu, Unsur Danlanal  Tanbu  serta Kesbangpol Tanah Bumbu.
Diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri beberapa pelajar, tokoh masyarakat, Ormas OKP dan komponen keagamaan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Acara dirangkai dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pemberi materi (Humas).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved