Home » » Bupati Kunjungi Sentra Pengolahan Tenun Pagatan

Bupati Kunjungi Sentra Pengolahan Tenun Pagatan

Written By Fokus Batulicin on Senin, 02 November 2015 | 12.09

BATULICIN –" Kain Tenun Khas Pagatan adalah warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Jangan sampai tenun ini hilang dimakan jaman karena minat pembuatnya mengalami penurunan," kata Pj bupati saat mengunjungi sentra pengolahan tenun Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Kain tenun khas pagatan, tambahnya, sejauh ini cukup dikenal masyarakat di seluruh pelosok Kalimantan Selatan bahkan sampai ke negera lain. Jadi sudah semestinya pemerintah daerah saat ini dapat lebih gencar lagi untuk melestarikan tradisi pembuatan kain tenun tersebut sebagai icon budaya lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Penjabat (Pj) Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Drs H Wahyuddin, M.AP bersama jajaranya belum lama tadi mengunjungi sentra pengolahan Kain Tenun Khas Pagatan yang ditangani langsung oleh lembaga usaha Koperasi Kain Tenun Pertiwi di Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir.

Kehadiran bupati yang secara langsung ingin melihat proses pembuatan tenun khas pagatan tersebut telah disambut baik Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), Andi Hasdar, SE,MM dan Camat Kusan Hilir, Nahrul Fajeri, S.Pd, M.Pd.

Bupati menambahkan, Kain Tenun Khas Pagatan juga memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dibandingkan Kain Sasirangan yang hakekatnya juga menjadi ciri khas pakaian adat masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan. Oleh sebab itu, kita wajib bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan khazanah budaya leluhur tersebut.

Bupati pun kagum saat melihat secara langsung betapa rumitnya proses pengolahan kain tenun khas pagatan. Perlu waktu berbulan-bulan untuk dapat menghasilkan selembar kain tenun khas pagatan mengingat proses pembuatanya masih sangat tradisional. "Tentunya, kualitas tenun yang dihasilkan jadi lebih elegan dan bermutu tinggi," tegas Wahyuddin.

Pada sisi lain, ia pun meminta ke pihak Disperindagkop dan UKM agar dapat terus berinovasi guna mempromosikan keberadaan tenun khas pagatan. Melalui promosi itu diharapkan tidak hanya mampu menjadikan Tanbu sebagai daerah sentra produksi tenun, tetapi juga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha tradisional tersebut.

"Khususnya para pengrajin yang sudah bertahun-tahun memproduksi tenun pagatan harus dapat disejahterakan,"kata bupati seraya meminta kepada instansi terkait agar dapat memberikan pembinaan terus-menerus terhadap para pengrajin baik melalui keterampilan untuk mengembangkan motif maupun dalam bentuk pemberian tambahan modal usaha. .

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Tanbu, Andi Hasdar, SE, MM melalui Kasi Bina Produksi Fityanto S.Pd, mengatakan sejauh ini pemerintah daerah juga sudah berusaha mendorong agar proses pembuatan Kain Tenun Khas Pagatan bisa tetap lestari. Upaya itu dilakukan melalui program pelatihan yang diberikan terhadap pemula dengan usia muda untuk dilatih mengolah kain tenun khas pagatan.

"Minat pemula yang rata-rata usia produktif terus kami bina dan kami latih," demikian disampaikan Fityanto pada saat mendampingi Pj Bupati Tanbu di lokasi Sentra Pengolahan Kain Tenun Khas Pagatan.

Lebih dari itu, katanya, pemerintah daerah melalui Disperindagkop dan UKM juga gencar melakukan program promosi keluar daerah melalui event pameran dan pemberlakuan busana atau seragam di hari kerja dengan menggunakan kain tenun di kalangan PNS. Program ini didukung penuh dengan kesiapan Koperasi Tenun Pertiwi yang selalu siap menyediakan kain tenun khas pagatan sesuai jumlah permintaan konsumen (relhum)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved