Home » » Penuntasan Buta Aksara Perlu Adanya Program Lanjutan

Penuntasan Buta Aksara Perlu Adanya Program Lanjutan

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 17 November 2015 | 14.57

BATULICIN- Upaya pemerintah dalam mengentasan buta aksara perlu terus ditingkatkan dengan berbagai program lanjutan demi mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas belajar masyarakat dalam hal membaca dan menulis.

Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Drs Wahyuddin M.AP pada saat mengikuti acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke-50 di Kabupaten Banjar belum lama tadi.

"Program lanjutan pengentasan buta aksara itu penting dilakukan. Supaya kemampuan membaca dan menulis setiap orang yang belajar lebih bermanfaat dan bisa ditingkatkan," kata Wahyuddin pada saat menghadiri acara tersebut.

Program lanjutan buta aksara yang dimaksud adalah dengan melaksanakan program keterampilan bagi siapa saja yang sudah lulus menjalani pendidikan buta aksara. Keterampilan itu bisa berupa ketrampilan memasak atau jenis keterampilan lainya yang menuntut orang tersebut agar tetap membaca terkait rencana sesuatu yang harus mereka lalukan.

"Membaca resep misalnya, hal ini menuntut orang agar tetap membaca terkait jenis masakan yang harus mereka buat. Dengan begitu kemampuanya dalam hal membaca akan lebih meningkat dan semakin lancar," jelas Wahyuddin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penididikan Formal dan Informal, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanbu, Hasanudin, mengatakan pemerintah daerah sudah merancang program lanjutan pengentasan buta aksara tersebut mulai tahun 2016.

Ada sekitar 50 kelompok belajar yang akan di bentuk untuk menjalani program lanjutan pengentasan buta aksara tersebut di masing-masing kecamatan.

Kelompok belajar tersebut akan diambil dari mereka yang sudah lulus menjalani program pengentasan buta aksara dan memiliki sertifikat atau ijazah.

Masing-masing kelompok akan terdiri 10 orang dengan hitungan biaya minimal Rp.15 juta untuk menjalani pendidikan ketrampilan selama enam bulan.

"Ini masih berupa hitungan yang sifatnya sementara. Kalau tidak ada halangan mudah-mudahan anggaran tersebut bisa terealisasikan," kata Hasanudin.

Ia menambahkan, dari jumlah masyarakat di Kabupaten tanbu yang mengalami buta aksara pada tahun 2010 sebanyak 2.355 orang, masih ada tersisa sekitar 1.748 orang. Namun demikian, sisa ini sudah termasuk kategori masyarakat yang berusia usia lanjut diatas 59 tahun.

"Artinya, usia mereka bisa dibilang sudah tidak produktif dan program pengentasan buta aksara di Kabupaten Tanbu hakekatnya bisa dikategorikan tuntas," katanya. (Didi//rel).

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved