Home » » Usai Ngamuk Di Dinkes Tanbu, Polisi Gadungan Langsung Ditangkap

Usai Ngamuk Di Dinkes Tanbu, Polisi Gadungan Langsung Ditangkap

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 12 November 2015 | 22.32

Jika dilihat sepintas, Ridho bagi sebagian orang awam adalah sejatinya polisi Buru Sergap. Berbadan tegap dan lengkap mengenakan atribut kepangkatan Polri, pasti diyakini adalah Polisi ganteng yang baru lulus pendidikan. Tak heran jika bidan Kampung Asal Kersik Putih sebut saja Mawar ( Nama Samaran.red) kepincut alias klepek klepek melihat Ridho berpangkat Briptu abal abal ini.

Namun, jika melihat dengan jeli atau ngerti dengan seluk beluk tata cara memasang atribut kepangkatan. Semua pasti akan terenyuh ketawa geli. Kenapa tidak, yang bisa difahami bagi orang awam, pangkat Briptu yang terpasang di pundak secara resmi harus dipasang seperti huruf V keatas akan tetapi justru dipasang kebawah. Belum lagi atribut lainnya yang juga letaknya sembrono alias asal taruh saja.

Rabu (11/11) kemaren, apes memang bagi Ridho,  niat hati membantu sang pacar agar urusan proses surat perpanjangan kontrak kerjanya bisa lebih cepat selesai, seorang selain mengaku sebagai polisi, Ridho juga mengancam Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tanah bumbu (Tanbu), sambil menendang pintu ruangan Kadis, dan berujar dengan suara keras melebih suara lantang polisi sungguhan.

Merasa diteror, jajaran dinas akhirnya melaporkan kepihak kepolisian karena merasa tidak tenang diteror seorang polisi yang ternyata gadungan.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku sekitar pukul 18.00 wita.

Ridho yang memiliki nama lengkap Selamat Hijrah (22) warga Desa Karang Rejo RT 6 RW 3 Kecamatan Karang Bintang Tanbu, Kalsel nekat mengaku polisi dan menggunakan seragam ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tanbu, Kalsel dengan pangkat Briptu.

Kepada sang Pacar Bidan Kersik Putih mengaku polisi dari Direktorat reskrim Polda Kalsel. Pengakuannya itupun tak berubah ketika diperiksa oleh Kepolisian Sektor Batulicin. Bahkan Kapolsek Batulicin, Tanbu, Kalsel, Iptu Ferdinan Numbery membenarkan kasus tersebut terjadi, dan tengah melakukan pemeriksaan laporan pengaduan yang dimaksud.

Pelaku mengaku sebagai anggota Reskrim Polda Kalsel Angkatan 38.
"Ridho itu datang ke Dinas Kesehatan Tanbu, Kalsel dengan maksud untuk menemui kadis kesehatan untuk membantu pacarnya sebagai bidan di Desa Kersik Putih karena tidak diperpanjang," Kapolsek Batulicin, Tanbu, Kalsel, Iptu Ferdinan Numbery.

Akan tetapi, jelas Kapolsek Batulicin, Tanbu, Kalsel, Iptu Ferdinan Numbery, Ridho datang dan lansung menendang pintu ruang rapat Dinas Kesehatan dan membuat Kadis Kesehatan beserta karyawannya terkejut.

"Makanya mereka melaporkan kejadian itu dan berhasil ditangkap," ujarnya.
Dikatakannya, pelaku sendiri mendapatkan seragamnya itu dijahit.
Pengakuannya, karena sebelumnya ada karnaval peresmian kapet tahun 2012 dan MTQ dan atribut beli ditoko.
Namun belakangan digunakan untuk menunjukkan ke tunangannya bahwa dia anggota polisi.

"Jadi dia pamer ke tunangannya kalau dia itu anggota polisi. Dan kemarin digunakan untuk menakut-nakuti pejabat dinas kesehatan agar mau memperpanjang SK bidan tunangannya sebagai bidan desa kersik putih. Pejabat dinas lapor dan langsung kami tangkap," ungkap Numbery. L3Y

Share this article :

+ komentar + 2 komentar

13 November 2015 13.18

ga nyangka....tetanggaq bsa senekat itu...

13 November 2015 14.18

Wadoh ada2 saja. Apesss banget tuh Bidan.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved