Home » » BBPOM BANJARMASIN AMBIL SAMPLING DAN UJI LAB PRODUK PERIKANAN TANAH BUMBU

BBPOM BANJARMASIN AMBIL SAMPLING DAN UJI LAB PRODUK PERIKANAN TANAH BUMBU

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 04 Desember 2015 | 10.38

Batulicin- Pada Hari Kamis Tanggal 03 Desember 2015, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan atau BBPOM Banjarmasin bersama dengan Tim Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Tanbu, Dinas Kesehatan Tanbu, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tanbu, dan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Tanbu melakukan Pengambilan Sampling dan Pengujian Laboratorium Terhadap Hisil Produksi Perikanan di Bumi Bersujud.

Pertama-tama, Tim dari BBPOM dan Pemkab Tanbu mengambil sampling produksi perikanan mngambil sampling ikan tangkapan nelayan yang berada di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) yang berada di Jalan Fitrianoor Kecamatan Simpang Empat. Kemudian dilanjutkan ke Pasar Harian untuk mengambil sampling ikan basah dan ikan kering (ikan asin) yang dijual dipasar tradisional di Kecamatan Simpang Empat.

Selain mengambil sampling ikan basah dan ikan kering, Tim BBPOM Banjarmasin juga mengambil sampling produksi perikanan seperti Terasi dan Ronto (Makanan Tradisional terbuat dari hasil fermentasi Ebi).

Tim dari BBPOM Banjarmasin yang mengambil sampling dan melakukan uji laboratorium dengan menggunakan Mobil Laboratorium (uji langsung dilapangan) terbagi menjadi dua TIM. Tim Pertama dengan wilayah kerja di Kecamatan Simpang Empat. Dan Tim 2 melakukan wilayah kerja di Kecamatan Kusan Hilir Pagatan.

Dilakukannya pengambilan sampling dan pengujian laboratorium hasil perikanan di Tanah Bumbu tersebut seiring dengan merebaknya isu yang beredar di masyarakat khususnya kota Banjarmasin tentang Ikan Berformalin.

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu daerah penyuplai Ikan Laut di Kalimantan Selatan sehingga Tim BBPOM Banjarmasin terjun langsung kelapangan untuk memastikan bahwa ikan laut dari Tanah Bumbu aman untuk di konsumsi masyarakat.

Metode pengambilan sampling dilakukan dengan cara langsung ke Pelabuhan Pelelangan Ikan dengan menunggu kapal nelayan yang sandar membawa ikan tangkapan. Ada 10 Kapal Nelayan yang sandar di pelabuhan pendaratan ikan pada hari Kamis pagi.

Menurut Kepala BBPOM Banjarmasin, Dra. Rustyawati, Hasil dari Uji Laboratorium Mobil Keliling BBPOM menyatakan Ikan Tangkapan Nelayan tidak berformalin atau aman dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, untuk produksi perikanan seperti terasi dan ronto ditemukan adanya zat pewarna berbahaya yang biasanya digunakan untuk pewarna pakaian. Untuk itu itu Kepala BBPOM Banjarmasin menghimbau agar pembuat terasi dan ronto untuk menggunakan bahan pewarna makanan.

Pada saat wawancara dengan penjual terasi, mereka hanya menjualkan saja, tidak memproduksi terasi tersebut. karena terasi didapat dari pedagang lain. 
Kepala BBPOM Banjarmasin menghimbau kepada pembuat terasi agar jangan hanya memperhatikan pewarnaan yang cantik dan menggugah selera saja. Namun lebih memperhatikan kesehatan para konsumen. Sebaiknya terasi dibuat senatural mungkin warnanya.

Masyarakat yang mengkonsusmsi zat pewarna berbahaya tentunya terganggu kesehatannya seperti terkena penyakit kanker dan ginjal.

Selain melakukan pengambilan sampling dan pengujian laboratorium pada produk perikanan, BBPOM Banjarmasin dan Tim Kabupaten Tanah Bumbu juga melakukan sosialisasi langusng kepada pedagang yang ditemui terkait bahaya penggunakaan formalin dan zat pewarna berbahaya.

Pada saat itu pula dibagikan poster dan himbauan bahaya Formalin dan Zat Pewarna Bebahaya yang ditempel di Pelabuhan Pendaratan Ikan dan Pasar Tradisional Harian di Kecamatan Simpang Empat. (Relhum)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved