Home » » Hadapi ASEAN Economic Community Distanpanak Gekar SL GAP

Hadapi ASEAN Economic Community Distanpanak Gekar SL GAP

Written By Fokus Batulicin on Senin, 25 Januari 2016 | 13.49

Fokusbatulicin.com-,Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim, era pasar bebas menghendaki produk yang aman konsumsi, bermutu, dan diproduksi secara ramah lingkungan dan berdaya saing. Terlebih dalam menghadapi ASEAN Economic Community yang berlaku sejak 31 Desember 2015 yang lalu.

Untuk itu, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanah Bumbu (Distanpanak Tanbu) menyelenggarakan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL GAP) guna memperbaiki proses produksi budidaya tanaman menjadi ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas produk agar sesuai standar uji kualitas produk.

"Kondisi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah konkrit di tingkat kelompok tani/gapoktan agar mampu memenuhi persyaratan yang di inginkan pasar regional ASEAN, kata Abdul Karim, saat membuka Sekolah Lapang - Good Agricultural Practices (SL-GAP) khusus Tanaman Cabai, " tuturnya, Selasa (19/1) di Desa Giri Mulya Kecamatan Kuranji.

Dengan ini, Pemerintah daerah berkomitmen dan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk yang di budidayakan oleh Kelompok Tani Tanah Bumbu sehingga dapat bersaing dengan produk luar. Untuk itu pemerintah daerah melalui Distanpanak Tanbu perlu menyelengarakan SL-GAP.

Diselenggarakannya SL-GAP, juga berfungsi sebagai percontohan tekhnologi dalam penerapan Good Agriculture Practices / Standart Operasional Prosedure (GAP / SOP) di kawasan sentral dan pengembangan cabai.

Pada kegiatan SL-GAP tersebut, seluruh kriteria pedoman budidaya cabai yang baik akan diedukasikan dan di praktekan.

Tujuannya adalah agar kelompok tani / gapoktan mampu menghasilkan produk cabai yang aman konsumsi , bermutu, dan berdaya saing melalui penerapan tekhnologi budidaya ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor, ujarnya.

Sasaran penerapan pelaksanaan kegiatan SL-GAP untuk mempercepat penerapan GAP / SOP oleh kelompok tani / gapoktan. Secara khusus dengan penerapan SL-GAP diharapkan lahan usaha tersebut siap di regenerasi.

Untuk pelaksanaan SL-GAP di selenggarakan sebanyak 10 pertemuan. Dalam pertemuan dengan kelompok tani dilakukan proses transfer ilmu dari petugas ke kelompok tani penerima kegiatan serta penerapan aplikasi jaringan irigasi tetes.

Adapun narasumber pada SL-GAP yaitu petugas dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanah Bumbu. (DD-Rel)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved