Home » » Hari Ke 2, menuju Puncak Merapi Suguhkan Sensasi Liar "ngeri ngeri sedap" Peserta Wajib Nanam Pohon (Indonesia Expedisi Jogja Bali 2016)

Hari Ke 2, menuju Puncak Merapi Suguhkan Sensasi Liar "ngeri ngeri sedap" Peserta Wajib Nanam Pohon (Indonesia Expedisi Jogja Bali 2016)

Written By Fokus Batulicin on Senin, 15 Februari 2016 | 06.36

**Team BAT-69 Project Ketemu Bucek**
________________________________________

fokusbatulicin.com- Setelah Melewati rute lumpur, tanah becek, dan sungai, daerah Jogjakarta menuju Candi Borobuur, hari ini (14/2) yang merupakan hari ke dua peserta Offroad melanjutkan perjalanan menuju Desa Mumbul Harjo Dukuh Suondo Lereng Gunung Merapi. Dengan sebelumnya sempat dilakukan penanaman pohon di sejumlah tempat di rute rute yang dilalui peserta.

Sejumlah Offroader mengakui jika jalur menuju Merapi merupakan jalur "ngeri ngeri sedap". Hal ini lantaran jalur yang dilalui merupakan kawasan berpasir, sungai berbatu cadas dan kawasan perbukitan yang menegangkan. Namun, pemandangan alamnya yang terbentang disepanjang rute mampu menghilangkan  rasa lelah dan membuat adrenalin memuncak. Yang terpenting, kegiatan hari ini, ratusan peserta diberikan kesempatan melakukan penanaman pohon.

"Sebenarnya jalurnya biasa aja. Kalau boleh dibilang, jalur di Kalimantan Lebih menantang lagi. Tapi untuk ekspedisi adventure, rute begini tidak terlalu melelahkan dan sudah sangat pas. Asik sih..bisa menikmati pemandangan dan menambah wawasan kita terhadap  kekayaan alam Indonesia.  Khususnya wisata alam yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Apalagi,  sejumlah kegiatan sosial juga wajib dilakukan seluruh peserta. Semoga tahun mendatang bisa dilaksanakan di wilayah Kalimantan" Ujar Pangeran Pippo yang selalu setia mendampingi Rois Sunandar HM Driver BAT-69 Project asal Batulicin Kalimantan Selatan, saat ditemui wartawan ketika mendampingi Bucek Dhep, lidder Offroader Team B yang juga artis kawakan Indonesia asal Bandung ini menelusuri lereng merapi, guna poto bersama Team BAT- 69 Project.

Senada dengan Pangeran Pippo, Bucek menerangkan bahwa jalur kali ini terbilang santai dan tidak terlalu Ekstreme. Karena dari pelepasan start Candi Borobudur hingga Gunung Merapi, hanya dua jalur yang sedikit Ekstreme, lantaran menyisir lereng merapi dengan kemiringan yang cukup menegangkan. "Hanya dua ban sisi yang bisa digunakan. Tapi gak terlalu jauh sih yang begitu. Jadi nggak terlalu ekstreme" ujar Bucek.

Sekitar pukul 16.00 sejumlah peserta mulai berdatangan dilapangan Dukuh Suwondo, Masing masing membangun tenda untuk bermalam dan menyiapkan peralatan dapur mereka. Lantaran, posisi finish berada di kawasan pedalaman yang jauh dari pusat kota. Tak sedikit pula bagi mereka yang tidak tahan suasan udara dingin Merapi, yang ikut bermalam di rumah rumah penduduk setempat. (L3Y)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved