Home » » KAPIS Menggeliat Lagi

KAPIS Menggeliat Lagi

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 03 Februari 2016 | 15.46

fokusbatulicin.com- Bertempat di desa batu Ampar kecamatan Simpang empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. lokalisasi atau yang biasa disebut Kapis masih saja terlihat beroprasi.

Selasa (02/02) kemarin, ketika kru media  ini  Investigasi kelapangan. Terlihat puluhan para Peekerja Seks Komersial (PSK) masih saja menjajakan dirinya dilokalisasi Kamar Pipis (Kapis) tersebut. Sebut saja Bunga misalnya, (nama di samarkan.red) mengatakan  kalau saja hari biasa di baraknya agak sepi, namum kalau malam sabtu dan malam minggu lumayan rame. Banyak terlihat tamu lalu lalang mencari tempat membuang hajat yang kosong "penunggunya".

Padahal Beberapa waktu yang telah lalu, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan aksi penutupan lokalisasi  bahkan sampai dengan melakukan pemulangan ke kampung halaman para PSK dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Bukan sampai disitu saja pemerintah daerah pun memberikan Santunan kepada ratusan PSK tersebut. Bahkan, bagi mereka yang pulang ke Tanah Bumbu bagi PSK dan juga bagi Germo yang menyediakan jasa mereka sudah disiapkan ancamannya berupa kurungan penjara. Namun sepertinya hal itu tidak memberi rasa takut.
Kepala desa Batu Ampar , Zulkifli, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengungkapkan pihaknya sampai sekarang tidak mengetahui berapa jumlah PSK yang baru datang ke lokasi Kapis super baru itu. Lantaran sampai sekarang tidak pernah ada yang melaporkan dirinya ke RT setempat.

"Kalau kami nanti yang melakukan pendataan terhadap mereka, nanti mereka Merasa salah pengartian, dikira dirinya telah dilindungi oleh pihak desa padahal bukan seperti itu" ujar Zulkifli.

Sedangkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Herlambang Dikonfirmasi Via Telpon selularnya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa kali operasi namun tidak pernah menjaring 1pun para PSK.
"Bahkan kami sempat melakukan operasi  gabungan  bersama pihak  TNI namun tidak membuahkan hasil juga. Sepertinya setiap  kami mau melakukan rajia, selalu saja bocor" ungkap Herlambang.

Sepertinya, dari kejadian ini, beberapa system dan mekanisme penertiban yang dilakukan oleh penegak hukum perlu dikaji lebih dalam lagi. Lantaran kerapnya terulang kejadian yang sama terkait "bocornya" informasi penertiban yang dilakukan kepada para PSK. Sehingga hasilnya selalu nihil alias gagal. (01_RD)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved