Home » » PT KAM Ogah Hadiri Panggilan BLHD, MR Song : "Memang Sengaja"

PT KAM Ogah Hadiri Panggilan BLHD, MR Song : "Memang Sengaja"

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 06 Februari 2016 | 19.43

fokusbatulicin.com,- Meski sempat dipanggil pihak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) dengan dilayangkannya surat pemanggilan oleh Kepala BLHD Ir. Erno Rudi Handoko beberapa waktu. Pihak PT. Kodeco Agro Jaya Mandiri ( PT. KAM) bersikeras tak mau menghandiri pemanggilan tersebut.

Bahkan pihak Perusahaan PT Kodeco Agrojaya Mandiri (PT KAM) melalui General Manager Umum, Mr Song Young Seok Sabtu (06/02/16) kepada wartawan mengaku memang sengaja tidak menghadiri panggilan BLHD, lantaran memiliki alasan tersendiri.

"Pemanggilan memang ada disampaikan oleh pihak BLHD, dan kami sengaja tak menghadirinya, karena kami sedang menunggu hasil lab sampel air yang juga kami ambil disekitar pintu kanal pembuangan air," jelasnya.

Ditemui dikantornya, Mr Song yang didampingi staf perusahaan merasa keberatan dengan vonis yang diberikan oleh BLHD Tanbu. Karena menurutnya, selama ini pihak perusahaan telah mematuhi arahan pengelolaan lingkungan dari Pemkab Tanbu.

"Selama ini kami selalu mematuhi aturan pengelolaan lingkungan yang diarahkan oleh BLHD. Selain itu, kami juga tak melakukan aktivitas pembukaan lahan baru," ujar Mr Song.

Ditambahkannya, terlalu dini pihak BLHD Tanbu menyebut penyebab pencemaran adalah akibat dari kegiatan perusahaan PT KAM, sebab sampel air yang diuji dilaboratorium tak menyertakan pihak perusahaan.

Seharusnya lanjut Mr Song, BLHD mengajak pihak perusahaan untuk bersama-sama melakukan pengambilan sampel air dititik yang sama, dan sama-sama pula saling menguji hasilnya meski beda tempat pengujiannya.

"Sejak Tanggal 2 hingga 5 Pebruari kemaren, kami juga melakukan pengambilan sampel air di 5 titik disekitar pintu kanal, semuanya normal saja, namun pastinya kami masih menunggu hasil lab independen di Banjarmasin. Yang jadi pertanyaan, sejak kapan isu pencemaran itu ada, karena pintu kanal air baru kami buka pada Tanggal 29 Januari 2015 lalu," tandasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya BLHD Tanah Bumbu menyebut bahwa pencemaran DAS Sungai Kusan adalah akibat dari kegiatan perusahaan PT KAM, dengan dasar hasil pengujian sampel air dimuara pintu kanal pembuangan perusahaan yang menunjukan FE atau Kadar Besi berada dilevel 2,57 dan dengan Ph 4,56.

Ir. Erno Rudi Handoko saat dimintai keterangannya terkait sikap keras PT. KAM itu mengakui pihaknya telah memberikan sanksi tegas kepada PT. KAM. Hal itu lantarab PT. KAM telah terbukti melakukan pelanggaran yang mengakibatkan sungai Kusan tercemar.

"Seharusnya ketika pihak PT.KAM melakukan kegiatan baru dengan melakukan penanaman di atas lahan basah. Pihak perusahaan harus memiliki kajian sebelumnya tentunya dengan memiliki AMDAL, ini tidak ada. Belum lagi ketika di lihat di lapangan, pihak perusahaan tidak membuat setlingpons sebagai langkah awal untuk menyaring kadar zat zat berbahaya sebelum dialirkan ke sungai. Kalau pihak perusahaan tetap ngotot dan merasa keberatan dengan sanksi awal ini. Kita akan tingkatkan setatus Sanksinya menjadi lebih berat lagi" ujar Erno.

Dikatakan Erno, soal pencemaran limbah pihaknya tidak main main. Apalagi ini sangat merugikan masyarakat luas. BLHD sudah melayangkan surat panggilan, namun tidak digubris oleh PT. KAM. (L3Y)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved