Home » » Mardani : "Riam Kiwa Harus Segera Dibangun"

Mardani : "Riam Kiwa Harus Segera Dibangun"

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 10 Maret 2016 | 05.47

Warga Lasung Pilih Mengungsi Di Rumah Keluarga

BATULICIN-Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam tinjauannya ke lokasi Banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kusan Hulu, Rabu (9/3) kemarin, mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu merupakan siklus lima tahunan yang selalu terjadi disaat musim hujan. Dengan curah hujan cukup tinggi di wilayah hulu, atau disekitar kawasan gunung meratus.

Sehingga menurut Dani, sapaan Akrab Bupati muda ini, keberadaan waduk riam kiwa (kiri) sesuai masterplan Belanda beberapa puluh tahun silam saat ini sudah sangat dibutuhkan. Agar fungsinya bisa menyerap air yang turun dari gunung ameratus yang tidak bisa sepenuhnya masuk ke riam Kanan. Hal itu dikatakan Mardani saat disambangi Wartawan saat berada didepan gedung logistik posko Penanggulangan Banjir Lasung.

"Saya fikir, itu perlu ditanggapi serius oleh pemerintah pusat, bersama pemerintah provensi dan juga Kabupaten untuk bisa segera membangun waduk riam Kiwa agar siklus banjir lima tahunan ini tidak terjadi lagi di wilayah Tanah Bumbu juga wilayah lainnya di Kalimantan Selatan" ujar Mardani.

Sementara, dari pantauan dilapangan sebagian warga Desa Langsung Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang rumahnya tergenang banjir beberapa hari terakhir, lebih memilih untuk mengungsi ke rumah keluarganya yang terletak didataran tinggi.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanbu melalui Kabid Sosial, Agus Salim, mengatakan, sebagian warga Desa Lasung yang terkena dampak genangan banjir, lebih memilih untuk mengungsi ke rumah keluarganya di dataran tinggi meski pihak dinas terkait sudah menyiapkan sejumlah tenda atau pos pengungsian.

"Dengan tinggal di pos tersebut, kamipun tetap siaga, jika nanti ada hal-hal diluar dugaan terkait kemungkinan datangnya banjir susulan," kata Agus Salim dari pos pengungsian tersebut.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap memberikan bantuan berupa Beras, minyak goreng, sarden, dan kecap terhadap para korban banjir yang memilih tinggal di rumah keluarganya itu.

Jumlah bantuan beras yang tersedia mencapai 4,5 ton yang akan dibagikan oleh sekitar 13 orang anggota Tagana kepada para korban banjir.

"Jika ada banjir susulan yang lebih besar lagi maka pihak dinas terkait dalam penanganan banjir sudah melakukan antisipasi dengan tetap menyiapkan tenda- tenda yang lebih diperlukan pihak korban banjir tersebut,"katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mariani melalui Kabid Kedaruratan, Parhabudin mengatakan, sejumlah upaya juga sudah dilakukan terkait rencana penanganan pasca banjir sambil terus memantau jebolnya tanggul bantaran sungai yang saat ini sudah tertangani.

Dengan melibatkan petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU), tanggul sungai yang tadinya jebol telah berhasil ditangani dengan menggunakan tumpukan karung yang di isi material pasir dan batu.

Upaya koordinasi juga masih terus dilakukan dengan sejumlah aparat pemerintah desa dan kecamatan lain guna memantau kemungkinan jebolnya tanggul di titik yang lain.

"Melalui koordinasi itu maka akan memudahkan penanganan tanggap darurat diberbagai banjir di titik lokasi yang terkena dampak banjir," terangnya.

Di Kecamatan Kusan Hulu, sejumlah titik yang tergenang banjir beberapa hari terakhir ada sekitar 11 desa.

Di antaranya Desa Lasung, Sungai Rukam, Manuntung, Anjir Baru, Binawara, Pacakan, Bakarangan, Tibarau Panjang, Guntung, Tapus, dan Desa Hatiif.

Pihak Dinas Kesehatan (DINKES) juga turut mendirikan posko bertempat di lokasi kantor Polsek lama Kusan Hulu.

Keberadaan Posko dilengkapi dengan dengan satu orang dokter dan satu orang perawat yang disiapkan untuk siaga selama 24 jam secara bergantian.(L3Y/ DD/ Rell)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved