Home » » Kanker Serviks Merupakan Musuh Dalam Selimut

Kanker Serviks Merupakan Musuh Dalam Selimut

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 06 Mei 2016 | 08.07

BATULICIN-Salahsatu penyakit yang termasuk ditakuti kaum Hawa adalah penyakit kanker dinding leher rahim atau yang disebut Kanker Serviks. Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)  dr. Andi Abdurahman Noor Drg. Hery Darmawan, SKM.  Kanker serviks merupakan musuh dalam selimut dan terus mengancam kesehatan kaum wanita.  Bahkan Penyakit ini sulit sekali terdeteksi ,  parahnya lagi  telah mencapai stadium akhir.

"Pada tahap awal Kanker serviks tidak menimbulkan tanda gejala, jadi perempuan dapat terkena Kankers serviks tanpa diketahuinya, untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini melalui Papsmears dan IVA, "Kata drg. Herry Darmawan saat memberikan sambutan dalam acara Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan pemeriksaan Papsmear yang digelar di RSUD dr. Andi Abdurrahman Noor kamis (28/4) kemarin.

Herry Darmawan manambahkan, Deteksi dini merupakan langkah antisipasi terhadap penyakit yang menyerang organ refroduksi wanita, dengan deteksi dini maka penanganan yang lebih baik dapat segera dilakukan sebelum menjadi Kanker ganas.

"Melalui kegiatan Papsmears hari ini cukup penting kerena memelihara kesehatan jauh lebih penting dari pada mengobati, kerena kondisi sakit tentu sangat menyulitkan kita semua, ketika menderita sakit tentu sangat menyulitkan kita semua dan akan menghambat segala aktifitas," terang dia saat memberikan sambutan  dihadapan kaum perempuan.

Untuk diketahui Penyakit ini termasuk penyakit pembunuh nomor satu bagi wanita di Indonesia, bahkan lanjut Herry kasus ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan catatan  WHO penyakit kanker servik menempati peringkat teratas diantara berbagai jenis cankers yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia." Indonesia adalah merupakan Negara dengan penderita Kanker serviks tertinggi di dunia, setiap tahunnya terdeteksi lebih dari 15.000 Kasus Kanker serviks dan sekitar  8.000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian . sebagian besar kasus itu akibat dari keterlambatan melakukan deteksi dini."jelasnya,

Sementara itu, Sosialisasi Deteksi Dini terhadap kanker serviks di pandu oleh dr. Anna, kemudian pemeriksaan diikuti hampir 140 kaum ibu-ibu,  dan secara langsung ditinjau oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu Hj. Sadariah Sudian Noor, di damping  para pengurus PKK lainnya.(Humas)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved