Home » » Dihadapan Menteri Puan, Bersama Belasan Bupati, H Sudian Noor Berikrar di HAN

Dihadapan Menteri Puan, Bersama Belasan Bupati, H Sudian Noor Berikrar di HAN

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 23 Juli 2016 | 17.35

LOMBOK- Bersama Belasan Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota seluruh Indonesia H Sudian Nor selaku Wakil Bupati Tanah Bumbu membaca Naskah Deklarasi Perlindungan Anak secara bersama sama dihadapan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise pada Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Sangkereang Mataran Lombok NTB, 23 Juli kemaren.

Sebelum pembacaan Ikrar tersebut, Gubernur NTB Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dalam sambutannya dihadapan Menteri dan ribuan pelajar yang berkumpul di lokasi tersebut mengatakan adalah hal yang sangat istimewa Lombok bisa menjadi tuan rumah peringatan Hari Anak Nasional pertama kali di luar Istana. Dan hal ini tentunya bisa menjadi langkah awal agar NTB mampu mengurangi jumlah kekerasan rumah tangga khususnya wanita dan anak serta mampu mengurangi angka pernikahan di bawa umur, yang sampai saat ini masih terbilang cukup tinggi.
"anak adalah amanah yg harus di jaga. Anak anak harus mampu mengenyam pendidikan minimal 9 tahun. Anak anak harus tumbuh dan berkembang dibawah perlindungan dan kasih sayang orang tua agar menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat bagi pembangunan Negeri ini" ujar Tg Bajang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise Ketika membuka acara dari atas panggung mengutarakan lebih dari 3000 anak indonesia dari beragam suku suku yang ada di Indonesia berkumpul di halaman Taman Sangkereang Lombok Barat Mataram Nusa Tenggara Barat ini  dalam rangka turut serta memeriahkan  peringatan Hari Anak Nasional dengan Tema Akhiri Kekerasan Pada Anak dari beragam pendidikan, golongan dan dari daerah asal yang berbeda pula.

Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengutarakan, terlepas dari masih maraknya kekerasan terhadap anak yang sekarang menjadi perhatian serius pemerintah dengan mengeluarkan produk hukum perlindungan anak memberi angin segar bagi tumbuh kembang dan perlindungan anak di indonesia. HAN bukan saja diselenggarakan di seluruh wilyah indonesia tapi juga di sejumlah perwakilan di luar Negeri.

"Selain pemerintah, Untuk pihak suasta tetap berkewajiban memberikan fasilitas perlindungan anak guna mendukung program pemerintah dalam pengembangan kehidupan anak yang bermoral berakhlak taat  dan patuh terhadap orang tua dan bermanfaat bagi nusa bangsa. Serta mengedepankan program nasional pendidika 9 tahun agar menghindari pernikahan usia dini yang marak terjadi disejumlah provensi di Indonesia " ujarnya.
Yambisa menambahkan, saat ini masih banyak anak-anak yang belum menikmati hidup yang layak. UUD 1945 menjamin setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan bebas dari kekerasan. Hal ini yang menjadi perhatian khusus dan digaungkan saat hari anak.

"Lombok di NTB dipilih karena tingkat pernikahan anak di usia muda cukup tinggi. Anak-anak harus diberi kesempatan bersekolah dan mengembangkan diri dengan kreatif. Saat ini pula, terkait kekerasan terhadap anak, Perppu Perlindungan Anak sedang dibahas di Komisi VIII DPR. Perppu ini mengatur pemberatan hukuman ke pelaku kekerasan seksual terhadap anak hingga hukuman mati serta berbagai hukuman tambahan. Bahkan Produk hukum lainnya juga cukup banyak yang dianggap mampu berupaya mengontrol tindak kejahatan kekerasan terhadap wanita dan juga anak. Kita harapkan kedepan Indonesia bisa lebih mengendalikan dan mengatasi permasalahan ini tentunya dengan mengharapkan peran aktif semua pihak baik suasta maupun pihak lainnya yang juga turut serta membangun fasilitas fasilitas umum pengembangan keperibadian anak" bebernya lebih jauh lagi.

Sementara, Puan Maharani disela sela memberikan sambutannya juga menyenpatkan diri berdialog dengan sejumlah pelajar SD yang berhadir serta membagikan hadiah berupa sepeda bagi mereka yang mampu menjawab pertanyaan maupun menyelesaikan tantangan yang disuguhkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ini.

"kalian semua harapan indonesia masa depan. Jika kalian memahami dan handal dalam hal ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka kelak kalian akan menjadi apa saja yang kalian inginkan yang tentunya akan mampu membangunan bangsa ini dengan baik. Terkait titipan surat surat pengharapan anak indonesia yang telah saya terima untuk Bapak Presiden, Saya berjanji  akan memberikan langsung 1000 surat anak indonesia tersebut  kepada Bapak Presiden" terang Puan.

Di pihak lain Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor saat berhadir dalam kegiatan tersebut, kepada  sejumlah Awak Media mengatakan dari beberapa poin penting pada naskah Deklarasi yang dibacakan, menurutnya penekanan terpentingnya ada pada poin 3 dan 4 yang dinilai berperan sangat penting, dimana pada poin ini menjelaskan bahwa  pemerintah harus mampu menyusun program dan kegiatan berbasis hak anak untuk percepatan penurunan angka perkawaninan anak sebagai program prioritas daerah. Kemudian meningkatkan peran serta akademisi, dunia usaha, media, serta partisivasi peran masyarakat dalam pencegahan kawin anak.

Dimana dalam situasi ini semua pihak harus memahami tugas dan fungsi masing masing dalam hal melakukan upaya upaya tersebut agar Indonesia mampu menjadi negara yang maju dan mandiri bebas kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak, serta mencegah pernikahan dibawah umur yang masih marak terjadi di Indonesia sekarang ini.

"Saya fikir, Peringatan HAN ( Hari Anak Nasional ) merupakan kesempatan untuk terus mengajak seluruh komponen warga atau bangsa Indonesia, baik itu orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, maupun pemerintah dan negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yaitu tentang Perlindungan Anak, yang isi undang-undang tersebut melakukan upaya perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa diskriminasi. Moment seperti ini sangat baik, dan harus terus dikembangan, bukan hanya bisa dilakukan di Jakarta, Jawa Bali dan Lombok saja, akan tetapi daerah lain juga mendapat kesempatan untuk bisa menjadi tuan rumah peringatan Hari Anak Nasional seperti ini, termasuk Kalimantan Selatan" ucap H Sudian Noor. (l3y)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved