Home » » Pengolahan Limbah Ternak belum Optimal,

Pengolahan Limbah Ternak belum Optimal,

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 18 Oktober 2016 | 19.43

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanah Bumbu (Distanpanak Kab. Tanbu) melalui bidang Produksi dan Pengembangan Peternakan melakukan evaluasi kegiatan pada kelompok ternakdi Tanah Bumbu, belum lama tadi

Evaluasi peternakan  dilakukan pada kelompok yang telah menerima bantuan maupun yang belum menerima bantuan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kelompok, populasi ternak sekaligus pemberian bimbingan teknis agar kelompok mendapatkan solusi terkait permasalahan yang dihadapi selama beternak demikian dikatakan  Kepala Distanpanak Tanbu Abdul Karim melalui Kabid Bangnak, Agus Susanto, S. PT.

"Sebenarnya pemeliharaan secara kandang kelompok sangat menguntungkan, karena limbah ternak baik cair maupun padat dapat terkumpul yang kemudian dapat diolah menjadi pupuk organik atau kompos," ujar Agus Susanto.

Menurutnya, hasil penjualan limbah ternak mestinya dapat menutup biaya operasional pemeliharaan ternak. Pangsa pasarnya sangat terbuka lebar, dimana kita ketahui perkebunan sawit dan karet di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu sangat luas dan membutuhkan pupuk organik ini.

Selain itu, Agus Susanto menambahkan, dari hasil evaluasi juga ada beberapa hal yang perlu diperbaiki diantaranya pemeliharaan ternak sapi dikandang kelompok belum bisa dilaksanakan, penyebabnya adalah kurangnya komitmen kelompok dalam pemeliharaan ternak.

"Evaluasi ini tentu tidak cukup sampai disini, kami akan terus telusuri kekurangan-kekurangan yang ada untuk dilakukan perbaikan. Kesulitan dalam evaluasi ini adalah merubah pola pikir yang ada, hal-hal yang sudah biasa dilakukan meskipun salah tidak serta merta dapat diperbaiki, tapi perlu pendampingan yang berkelanjutan serta menunjukan bukti-bukti yang dapat diterima baru mereka mau meninggalkan kebiasaan yang kurang baik tersebut." Ujarnya lagi.

Dari hasil evaluasi juga ditemukan pemberian pakan berkualitas dan pertambahan bobot badan belum menjadi prioritas utama peternak dalam fokus pemeliharaan. Pakan yang diberikan 90% berupa rumput lapang, hanya sebagian kecil yang sengaja menanam rumput unggul seperti rumput gajah dan rumput raja sebagai pakan ternak.

Agus menjelaskan bahwa program bantuan ternak cukup sensitif, sehingga memerlukan pendampingan secara berkelanjutan supaya bantuan yang diberikan dapat berkembang, dan tujuan awal pemberian bantuan ini dapat tercapai yaitu bertambahnya populasi ternak di Kabupaten Tanah Bumbu.

Begitu pula Maryam Khusnul Kh, S. Pt selaku pengawas mutu pakan menjelaskan, secara umum kuantitas rumput lapang di wilayah Kabupaten Tanah Bumpu memang masih melimpah. Tetapi untuk memacu pertambahan bobot badan diperlukan pakan tambahan berupa konsentrat seperti dedak, ampas tahu, bungkil kelapa sawit, atau leguminosa.

"Sementara ini hanya segelintir peternak yang mengetahui pentingnya pakan berkualitas. Sedangkan pemberian konsentrat dirasa mahal dan akan menambah biaya pakan tanpa mempertimbangkan hasil pertambahan bobot badan harian ternak. Dengan pemberian konsentrat pertambahan bobot badan harian dapat mencapai 0,7 – 1 kg sedangkan tanpa konsentrat pertambahan bobot badan ternak kurang dari 0,5 kg per hari. Tentunya hal ini membuat masa pemeliharaan lebih lama," jelas Maryam. (Fokus)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved