Home » » *Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme Di Indonesia*

*Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme Di Indonesia*

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 26 Mei 2017 | 07.18

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi terorisme untuk beraksi di Tanah Air. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo pada Kamis malam, 25 Mei 2017, usai menjenguk para korban teror bom Kampung Melayu, yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Jakarta.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada tempat di negara kita, di Tanah Air kita ini bagi terorisme," ujar Presiden.

Kepala Negara menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap segala ancaman. Karenanya, Presiden berpesan agar persatuan dan kesatuan di seluruh Tanah Air dapat terus dijaga dan diperlihara dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat, seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan. Tetapi kita juga tetap semuanya harus waspada dan kita semua harus bersatu melawan terorisme ini," kata Presiden. 

Menurut Presiden, kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Mengingat aksi teror bom tersebut dapat menyerang siapapun, mulai dari warga sipil hingga aparat penegak hukum. 

"Betul-betul kita sangat menyesalkan ini karena kalau kita lihat tadi korbannya dari mahasiswi ada, sopir Kopaja ada, kemudian yang anggota Polri juga ada, kemudian pegawai juga ada," tuturnya.

Presiden pun berharap para korban yang sedang menjalani perawatan dapat diberikan kesembuhan dalam waktu dekat sehingga dapat beraktivitas kembali.

"Insya Allah yang berada di sini kita harapkan dalam sehari, dua hari, tiga hari, empat hari sudah bisa sembuh," ucap Presiden.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkunjung ke Rumah Sakit Polri didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, juga tampak Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Presiden dan Ibu Iriana bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla tiba di Rumah Sakit Polri sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung memasuki gedung Dr Hardja Samsurja tempat korban dirawat. Di sini, ada tujuh korban teror bom Kampung Melayu yang tengah menjalani perawatan intensif. 


Jakarta, 25 Mei 2017
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved