Home » » Sosialisasi Kanker Seviks Sejak Dini

Sosialisasi Kanker Seviks Sejak Dini

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 23 Mei 2017 | 05.04

Pola penyakit saat ini telah mengalami transisi epidemiologi yang terjangkit penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit menular bergeser ke penyakit tidak menular (penyakit tidak menular) termasuk penyakit penyakit.

Perubahan pola penyakit ini sangat. Oleh keadaan demografi, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Salah satu penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim dan kanker payudara, dimana penyakit ini menjadi hal yang menyeramkan bagi setiap wanita.

Berdasarkan data WHO sejak 2005 penyakit kanker merupakan penyebab kematian di dunia, dimana kanker sebagai penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskular. Setiap tahun, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta. Diperkirakan pada 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta diolah akibat kanker, terlebih untuk keadaan miskin dan berkembang kejadiannya akan lebih cepat.

Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor / kanker adalah 1,4 per 1000 penduduk. Prevalensi kanker tertinggi di DI Yogyakarta (4,1 ‰), mengikuti Jawa Tengah (2,1 ‰), Bali (2 ‰), Bengkulu dan DKI Jakarta masing - masing 1.9 per mil.

Kanker tertinggi di indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Berdasarkan perkiraan Globocan, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) tahun 2012, insidens kanker di Indonesia 134 per 100.000 penduduk dengan insidens tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara 40 per 100.000 dengan kanker leher rahim 17 per 100.000 dan kanker kolorektal 10 per 100.000 Perempuan. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7%), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8%).

IMG-20170509-WA0011

Kanker Laher Rahim 
Kanker Leher Rahim atau Kanker Servik adalah kanker yang menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab utama Kanker ini adalah adanya paparan / infeksi dari Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini ditemukan pada 95% kasus Kanker Leher Rahim. Ada dua golongan HPV yaitu HPV risiko tinggi atau HPV onkogenik antara lain HPV tipe 16, 18 dan 31, 33, 45, 52, 58 sedangkan HPV beresiko rendah atau HPV non-onkogenik antara lain HPV tipe 6, 11, 32 dsb.

Proses aerobik rahim sangat erat dngan proses metaplasia. Masuknya mutagen atau bahan-bahan yang bisa mengubah perangai sel secara genetik pada saat fase aktif metaplasia dapat berubah menjadi sel yang sedang bergerak ganas. Sel yang mengalami mutasi displastik dan kelainan epitel disebut displasia. Lesi displasia dikenal sebagai lesi prakanker. Dari lesi prakanker sampai berkembang menjadi kanker usus waktu 3-17 tahun.

Faktor risiko kanker leher rahim adalah: menikah / memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 20 tahun, berganti-ganti pasangan, riwayat infeksi daerah kelamin atau panggul, perempuan melahirkan banyak anak, perokok.

Deteksi dini / skrining kanker leher rahim untuk mencari lesi prakanker, beberapa metode yang umum: Papsmear dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Deteksi dini dengan metode IVA saat ini menjadi program nasional karena mudah dilaksanakan, murah, cepat dan memiliki nilai yang cukup tinggi.

Kelompok sasaran skrining ditujukan untuk wanita berusia 30-50 tahun atau kurang dari 30 tahun yang sudah aktif berhubungan seksual, perempuan yang menjadi klien pada klinik Infeksi Menular Seksual (IMS), perempuan yang menjadi klien pada klinik KB 
Seseorang perempuan yang mendapatkan hasil tes IVA negatif Harus menjalani skrining 3-5 tahun sekali dan bagi yang tes IVA positif akan ada pengobatan juga harus menjalani tes enam bulan berikutnya.

Pelayanan IVA yang diberikan oleh petugas kesehatan (Bidan / Dokter Umum / Dokter Spesialis Kandungan) yang terlatih IVA. Pelayanan dapat dilakukan di puskesmas dan jejaringnya, klinik dan tempat praktek swasta. 
Terapi diberikan berdasarkan ringan parahnya proses kanker tersebut.

Kanker Payudara 
Kanker Payudara adalah kanker yang menyerang pada payudara dapat berasal dari kelenjar, saluran, jaringan lemak dan jaringa ikat payudara. 
Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti yang menjadi penyebab utama kanker ini.

Faktor risiko utama kanker payudara berhubungan dengan keadaan hormonal (esterogen dominan) dan genetik. Faktor gaya hidup tidak sehat, riwayat radiasi, obat-obatan hormonal, menstruasi pertama kurang dari umur 12 tahun, menopause lebih dari umur 50 tahun, tidak pernah melahirkan, tidak pernah menyusui dan melahirkan anak pertama usia 35 tahun juga menjadi faktor yg mungkin terjadi Kanker payudara

Deteksi dini / skrining kanker payudara untuk mengetahui dan mengetahui penyakit payudara. Skrining dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat pemeriksaan mutakhir seperti ultrasonografi (USG), mamografi dan pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan (SADANIS) dan pemeriksaan perut sendiri (SADARI).

Penemuan dini melalui SADANIS dan SADARI diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan.

Alasan utama murah kanker leher rahim dan kanker payudara di negara berkembang adalah karena adanya program skrining yang efektif dengan tujuan untuk medeteksi keadaan sebelum kanker dan kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses infasif yang lebih lanjut. Hal ini mungkin ada pengalamannya dengan, sekitar sepertiga dari kasus-kasus kanker termasuk kanker serviks dan kanker payudara datang ketempat pelayanan kesehatan pada stadium yang sudah lanjut dimana kanker itu sudah menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

Disisi lain kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya masih kurang. Karena itu perlu ada suatu gerakan bersama, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker serviks dan kanker payudara.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved