Home » » Menkes RI Buka Pertibanua dan SBH Di Tanah Bumbu

Menkes RI Buka Pertibanua dan SBH Di Tanah Bumbu

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 26 Juli 2017 | 07.49

BATULICIN-Menteri Kesehatan RI Nila Juwita F Moelok secara resmi membuka Perkemahan Pramuka Bhakti Sabanua (Pertibanua) ke V da Kalimantan Selatan. Sekaligus  peringatan hari ulang tahun  Saka Bhakti Husada (SBH ) Nasional ke 32.

Kegiatan yang di gelar  selama 4 hari di Pantai Rindu Alam Kecamatan Kusan Hilir Minggu (23/07/17)  ditandai dengan pemukulan Gong oleh Menkes RI. 

Selain itu, kedatangan rombongan Menteri dari Kabinet Gotong Royong ini di dampingi beberapa pejabat kementerian Kesehatan. Kemudian di sambut  Gubernur Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming  bersama Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor.

Tak ketinggalan Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Kalsel Hj.Raudhatul Jannah, ketua Tim Penggerak PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani di dampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Tanbu Hj. Sadariah Sudian Noor. Serta sejumlah pejabat  jajaran Propinsi Kalsel maupun Pemkab Tanbu.

Dikesempatan itu Menkes RI mengajak para pemuda pemudi  melalui Pramuka serta  melalui saka bhakti husada  agar bisa memberi kontribusinya, baik meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

Lanjutnya, Bangsa ini memerlukan kaum muda  yang terampil sekaligus punya pengetahuan. Oleh kerena itu Saka Bhakti Husada punya maksud meningkatkan citra mengenai kesehatan.

"saya menitipkan pesan, mari kita menjadi pelopor atau agen perubahan  dalam pola hidup bersih dan sehat. Justru ini yang kita harapkan kedepan  bahwa anak anak kita adalah generasi yang  mengerti akan  hidup sehat," kata Menkes saat memberikan sambutan.

Dia menambahkan. Kementrian Kesehatan sudah mempunyai berbagai  pola agar masyarakat bisa kembali pada hidup sehat dan bersih kembali baik  pada pencegahan dan promotif.

"Kita tidak menginginkan masyarakat jatuh   sakit dan tidak pula menginginkan jadi sakit sakitan sehingga tidak produktif,"imbuhnya.

Dengan demikian sambungnya, indonesia akan menghadapi bonus demografi. Itu berarti kaum muda  adalah kaum yang produktif namun diharapkan dapat membantu kaum yang tidak produktif yaitu kaum lansia dan anak anak.

Dia menyebutkan kaum muda pada tahun 2030 akan berjumlah cukup untuk mengatasi kaum yang tidak produktif.

"Namun saya mengingatkan melalui gerakan Pramuka mari kita tingkatkan cara berprilaku yang baik terhadap kaum tidak produktif ,  sementara kita  menjadi manusia yang produktif hingga  negara  pun akan bangga atas  prilaku kita,"terangnya.

Sementara itu  Perkemahan para kontingen dimulai 21 juli hingga 24 juli. 
dihadiri   kontingen Kwarcab di 13 Kabupaten Kota  serta  sejumlah Pramuka Poltekes dan Stikes  se Kalimantan Selatan.(win)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved