Home » » Tradisi Reogan Bulan suro masih melekat

Tradisi Reogan Bulan suro masih melekat

Written By Fokus Batulicin on Senin, 02 Oktober 2017 | 09.39

Batulicin- Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam punya makna khusus bagi warga Tanah Bumbu. Kegiatan yang dilaksankan untuk memeriahkanya, salah dengan menggelar festival Reog Suroan se tanah Bumbu, Sabtu (30/9) di Lapangan SDN Rejowenangun Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan yang diikuti oleh delapan peguyuban Bolo Reog se Tanah Bumbu tersebutdibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Administrasi H. Mustaing yang penuh dengan pemotongan nasi tumpeng.

Hadir pada acara pembukaan Anggota DPRD Tanah Bumbu, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten, Camat Karang Bintang dan unsur Muspika, Ketau Bolo Reog Kabupaten Tanah Bumbu diikutsertakan untuk para pimpinan peguyuban reog se Tanah Bumbu.Ketua Peguyuban Bolo Reog Tanah Bumbu Bambang Sotoyo, dalam sambutanya mengatakan, kegiatan festival ini merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memeriahkan hari suro atau tahun baru islam 1 Muharam. "

Festival kali ini adalah festival yang ke 4 yang telah dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, "ujarnya.Menurutnya, selain untuk menyambut dan memeriahkan bulan Suro, kegiatan festival ini juga wajib untuk membangun dan memupuk rasa persaudaran antar warga masyarakat Tanah Bumbu yang multi etnis dan budaya. , sehingga terwujud rasa persatuan dalam turut serta membangun Bumi bersujud.

Sementara itu bupati Tanah Bumbu dalam sambutanya yang dibacakan H. Mustaingmenyambut baik pelaksanaan kegitan tersebut, karena menurutnya kegitan festival ini merupakan kegiatan yang sarat akan nilai positif.

Dikatakanya, selain untuk uapaya melestarikan keragaman budaya yang kita miliki, kegiatan seperti ini juga mampu menjadi sarana dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui ajang silaturrahmi antar masyrakat Bumi Bersujud.

Untuk ia mengharapkan kegiatan seperti dapat terus dikembangkan dan dilestarikan, sehingga bisa menjadi warisan seni budaya yang sarat akan kearipan lokal bagi anak cucu kita.

"Saya berharap kegiatan seperti ini harus kita jaga dan dilestarikan, jadi keragaman budaya yang ada di Tanah Bumbu dapat terus terjaga dan terbina sebagai salah satu warisan untuk anak-anak kita," ujarnya.YNR

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved