Home » » Wamenlu Kunjungi Tanbu

Wamenlu Kunjungi Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Senin, 27 November 2017 | 11.37

BATULICIN - Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir admumi keterbukaan dan sikap kepemimpinan yang dimiliki Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu. Sudah memiliki usia.

Menurutnya, hal itu adalah sebuah modal sekaligus langkah awal yang paling besar, mau membuka diri dengan daerah lain juga mengasah wawasan lebih banyak tanpa kehilangan indentitas.

Salahsatu langkah awal yang sudah diperbuat daerah ini untuk tampil ke kancah nasional cukup dahsyat. Mengingat, kain tenun kerajinan daerah Tanah Bumbu yang dikenakan Presiden Jokowi pada perayaan Proklamasi kemarin itu adalah modal promosi yang luar bisa dimata ratusan juta manusia indonesia.

"Luar Biasa, sejarah baru untuk Indonesia pada perayaan Proklamasi 17 Agustus kemarin, Presiden dicoba nomornya dari pakaian daerah dari berbagai daerah. Dan merupakan kebanggaan kekhasan Tenun yang sedang menjadi pilihan Presiden, "kata Wamenlu saat Malam Ramah Tamah di Hotel Ebony Batulicin, Kamis (23/11) malam.
gggg

Dalam mempromosikan hasil kerajinan daerah yang lebih strategis itu penting gampang. Wamenlu asli Banjarmasin ini sangat cocok untuk diajak promosikan dengan memanfaatkan orang terkenal dan punya panutan.

Istilah gaulnya kata Wamenlu, hasil kerajinan itu diperomosikan kepada orang yang punya tenaga lebih banyak. Justru cara yang merupakan iklan maupun promosi yang paling tepat ..

"Misalnya Tenun itu sampaikan kepada para selebritis atau pejabat yang kira kira lebih banyak tampil di depan publik. Dengan cara itu lebih hemat, dari pada kita bayar biaya promosi ratusan juta, mendingan kita korbankan biaya tak tentu untuk memberikan cuma cuma untuk mereka, "jelasnya.

Contohnya tambahnya, sekarang ini banyak kain adat daerah yang di modifikasi tanpa ketinggalan motif dasar, maka orang akan melihat dan tertarik dengan desain itu.

"Ketika para publik pigur menggunakan Tenun yang di modifikasi itu langsung saja di publikasikan ke Instalgram, maupun berbagai jejaring sosial lainnya. Sementara kalau kita mengeluarkan biaya iklan lebih besar itu saja yang dipastikan yang terkait pun relatif terbatas, "imbuhnya.

Meski demikian, AM Fachir mengajak untuk semua pihak agar mengubah pola manual dengan lebih baik promosi kerajinan.

"Istikah sekarang Jaman Sekarang, semua sudah berubah, semua serba IT, segala hal yang lebih mudah, dengan kecanggihan teknologi segala informasi bisa di baca dalam hitungan detik ini jauh diberbagai belahan dunia sana," terangnya. (menang)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved