Home » » Kerjasama BI, Pemda Tanbu Bangun Pertanian Organik

Kerjasama BI, Pemda Tanbu Bangun Pertanian Organik

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 05 September 2018 | 09.24

BATULICIN - Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) kembali menggelar kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk membangun pertanian secara organik di Bumi Bersujud.

Pelatihan dan pelatihan untuk pertanian yang digunakan di kecamatan Angsana.

Pelatihan yang dipusatkan di desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana yang dilakukan secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Avian Noor, Selasa (4/9).

Berdasarkan Konsultan Kantor Perwakilan Wilayah BI Kalimantan Selatan, Untung Turang dalam eksposenya mengatakan bahwa pertanian dan pertanian yang lebih baik.

Sebab-sebab dengan usaha-usaha pertanian dan lingkungan akan menciptakan peluang-peluang baru di daerah pedesaan, atau dengan kata lain untuk membangun sistem-sistem tersebut akan menumbuhkan ekonomi masyarakat.

"Konsepnya para petani hanya untuk penggunaan sumber daya yang sangat tinggi, misalnya limbah pertanian atau tanaman untuk pupuk dan bahan penunjang pertanian lainya," paparnya.

Disamping itu lanjut Untung, mengembangkan pertanian secara organik juga akan berdampak pada peningkatan hasil dan keuntungan para ahli pertanian dan peternak. Dimana para petani dan peternak dapat menggunakan limbah yang ada, tidak terbebani dengan biaya pupuk dan pakan anorganik yang selama ini dirasakan cukup mahal.

"Ini sudah dibuktikan oleh para petani di Kecamatan Kusan Hulu, dimana biasanya hasil panen per hektarnya hanya 4 sampai dengan 5 ton padi, setelah dikembangkan mereka bisa panen 7 smpai 8 ton per hektar," katanya.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Alvian Noor menyambut baik pelatihan pelatihan pertanian secara organik dan stabil.

Diakuinya pengembangan pertanian secara organik tersebut akan berdampak luas bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Tanbu. Dimana mereka akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan, diataranya meningkatnya hasil pertanian dan peternakan, juga peningkatan pendapatan dengan nilai jual hasil tani yang lebih tinggi.

"Selain itu manfaat lain yang didapat dengan pengembangan pertanian secara organik bagi masyarakat adalah hasil panen yang sehat tanpa mengandung bahan kimia," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, dengan pengunaan pupuk organik untuk pertanian juga berdampak pada penggunaan lahan pertanian yang lebih panjang dan berkesinambungan, dimana dengan pupuk organik diketahui lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pengunaan pupuk kimia.

"Dengan pupuk organik, lahan pertanian kita akan terjaga kelestarianya, sehingga dapat diwariskan untuk anak cucu kita nantinya," imbuhnya.

Untuk diketahui, kerjasama Pemkab Tanbu dengan pihak BI dalam bidang pengembangan padi organik tersebut sebelumnya sudah dilaksanakan melalui Bagian Ekonomi Setda Tanbu dan Dinas Pertanian. Pengembangan itu dilakukan di Kecamatan Kusan Hulu. (ynr)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved