Home » » Kisah Imam Ghozali dan Nabi Musa

Kisah Imam Ghozali dan Nabi Musa

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 24 Februari 2019 | 14.39

Ulama-ulama dikalangan ummatku seperti Nabi-Nabi Bani Israel.

Bagaimana pun sudah ada Nabi selepas kewafatan Sayyidina Nabi Muhammad Saw, namun ulama dikalangan ummatnya tetap diterima pahala sama seperti Nabi dikalangan Bani Israel sekiranya mereka melakukan tugas dengan baik.

Diceritakan dalam mimpi seorang ulama Imam Ghozali (ulama dikalangan ummat Nabi Muhammad Saw) pernah bertemu dengan Nabi Musa As (Nabi dikalangan Bani Israel) di alam arwah. Tiba Nabi Musa bertanya kepada Nabi Muhammad SAW di alam arwah.

Nabi Musa As bertanya: Wahai Rasulullah apakah benar meminta yang mengatakan bahwasannya: Ulama-ulama dikalangan ummatku seperti nabi-nabi Bani Israel? 

Nabi Muhammad Saw menjawab: Ya benar!
Nabi Musa As: Ulama apa yang diminta oleh wahai Rasulullah dan dimana dia? {seakan tidak percaya}.
Maka ulama yang di panggil oleh Nabi Muhammad Saw adalah Imam Al-GhozaliNabi Musa bertanya seakan mengujinya: Siapa namamu? 

Imam Ghozali menjawab: Namaku Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali. 
Nabi Musa Sebagai Mengucapkan: Apakah ini Yang Sampai Di Samakan Dengan Nabi Bani Israil Wahai Rasulullah? 
Kan Saya tidak bertanya nama bapakmu dan datukmu, saya tanyakan siapa namamu. Sambil menghadap Imam ghozali 
Nabi Musa as berkata kepada Nabi Muhammad saw: Sudikah meminta izin untuk menjawab Nabi Musa? 
Nabi Muhammad Saw berkata: Selamat! 
Imam Ghozali berkata kepada Nabi Musa Sebagai: Jika Aku Meminta Aku Meminta Maaf, Kamu Harus Meminta Allah dan Kamu Tidak Meminta Maaf. 
Nabi Musa As sangat terkejut dan berkata: Apa salahku kepada Allah? 
Imam Ghozali menjawab:
Apakah Allah telah bertanya kepadamu: Dan benda apa yang ada di tangan kananmu itu wahai Musa? (Qs At-To-Ha ayat 17) 
Seharusnya kamu menjawab cukup ditangan kananku adalah tongkat, tapi kamu menjawab panjang lebar:
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَى قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُش ُّ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ
"Ini tongkat untuk bersandar, menggembala kambing dan untuk kepentingan lainya" padahal harusya cukup dijawab tongkt saja? 

Nabi Musa berkata: Tuhan itu kekasih kita, maka aku mengambil kesempatan untuk bercakap dengan panjang lebar.

Imam Ghozali juga mengatakan: Begitulah aku, kamu juga adalah kekasih aku, maka aku juga mengambil kesempatan untuk bercakap panjang lebar denganmu.

Dan pada waktu itu Nabi Muhammad SAW sangat bangga dengan Imam Ghozali. 
---( jamiiyah pecinta sholawat)---
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved