Home » » Mengenal Hadits Tsaqalain

Mengenal Hadits Tsaqalain

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 30 Maret 2019 | 17.25

fokusbatulicin.com - Hadits di atas disebut Hadits Tsaqalain atau Hadits Dua Pusaka. Disebut dua pusaka, karena Nabi saw mewasiatkan umatnya agar berpegang teguh pada dua pusaka yang ditinggalkannya, yaitu Alquran dan Ahlubait, keluarganya.

Hadits Tsaqalain atau Hadits Dua Pusaka ini tergolong di antara hadits-hadits yang paling populer. la diriwayatkan oleh lebih dari 35 Sahabat Nabi dan direkam oleh sebagian besar kitab-kitab hadits utama,-seperti Shahih Muslim, Turmuzi, Ahmad Ibn Hanbal, al-Nasai dan lain-lain. Dengan kata lain, Hadits Tsaqalain adalah hadits yang mutawatir, yang kebenarannya dari Rasulullah saw tidak diragukan sedikit-pun, baik dari segi redaksi-nya, lafzhan, maupun kandungan maknanya, ma'nan. Oleh karena itu, seluruh kaum Muslimin sepakat menerima kesahihannya dan tak seorang pun yang pernah meragukan-nya, apalagi menolaknya.

Hadits Tsaqalain diucapkan Nabi saw dalam berbagai kesempatan dan peristiwa yang berbeda. Kadang ketika sedang berkumpul bersama para sahabatnya di rumahnya, masjid, atau pada saat pertemuan besar seperti Haji Wada' dan pertemuan al-Ghadir tanggal 18 Zulhijah tahun 11 H., selepas pulang dari Mekkah. Selain itu, selain menggunakan kata tsaqalain, yang secara bahasa berarti dua hal yang berat, Nabi juga menggunakan kata khalifatain, dua peninggalan, dan itsnain, dua hal, untuk menunjuk dua pusaka yang ditinggalkannya itu. Perbedaan redaksi dari Nabi ini serta pengulang-ulangan wasiat itu dalam berbagai kesempatan yang berbeda, menunjukkan suatu makna penting yang ingin ditunjukkan Nabi saw kepada umatnya, yaitu agar umatnya betul-betul memberikan perhatian yang luar biasa pada kedua peninggalannya itu.
Bahkan untuk itu, tidak jarang Nabi memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mungkin menganggap remeh wasiat-nya. Misalnya, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya dari Zaid Ibn Arqam:

"Suatu hari Rasulullah saw berpidato di hadapan kami di sebuah oase yang disebut Khum, antara Mekkah dan Madinah. la memuji Allah, mengagungkan-Nya, memberi nasihat dan peringatan; kemudian berkata: "Amma ba'du. Wahai sekalian manusia! Ketahui-lah. Aku adalah manusia biasa. Sebentar lagi utusan Tuhanku akan datang menjemputku dan aku akan memenuhinya. Karena itu kutinggalkan kepada kalian dua pusaka. Yang pertama adalah kitab Allah. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambillah kitab Allah itu dan berpegang-teguhlah kepadanya." Lalu Rasulullah saw berbicara tentang betapa pentingnya kitab Allah dan menekankan agar umat selalu berpegang teguh kepadanya. Kemudian Rasulullah berkata: "Dan (kedua) adalah Ahlubaitku, keluargaku. Aku ingatkan kamu: "Takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku! Takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku! Dan takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku!"

Bahkan, sebagaimana riwayat Tabrani, Nabi mengingatkan:
"Jangan sekali-kali kamu mendahului mereka, niscaya kamu akan celaka. Jangan sekali-kali kamu terlepas dari mereka, niscaya kamu akan celaka. Dan Jangan sekali-kali kamu mengajari mereka, karena mereka lebih tahu dari kamu."
Berikut teks-teks Hadits Tsaqalain dengan penyebutan sumber-sumber utama kitab hadits Ahlusunnah yang memuatnya.

1
(Wahai sekalian manusia! Sesunguhnya aku tinggalkan kepada kamu yang jika kamu berpegangteguh kepadanya niscaya kamu tidak akan sesat, yaitu kitab Allah dan keluargaku Ahlubaitku.)
Hadits dengan teks seperti ini terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) Turmuzi, Shahih Turmuzi
2) Al-Zarandi al-Hanafi, Nazm Durar al-Simtain
3) AI-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi' al-Mawaddah
4) AI-Muttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal
5) Ibn Kastsir, Tafsir Ibn Katsir
6) AI-Baghawi, Mashabih al-Sunnah
7) Ibn Katsir, Jami' al-Ushul
8) Tabrani, al-Mu'jam al-Kabir
9) Al-Suyuti, Ihya' al-Mayyit
10)AI-Nabhani, al-Fath al-Kabir
2

(Sesungguhnya aku tinggalkan pada kamu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan sesat sesudahku nanti. Masing-masing lebih besar dari yang lain. Pertama, kitab Allah, yaitu tali yang membentang dari langit hingga bumi, dan kedua, keluargaku Ahlubaitku. Keduanya tidak akan berpisah hingga bertemu denganku di al-haudh, telaga akhirat, nanti. Lihatlah! apa yang kamu lakukan terhadap keduanya)
Hadits dengan teks ini terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) Turmuzi, Shahih Turmuzi
2) Zarandi al-Hanafi, Nazm Durar al-Simtain,
3) Suyuti, al-Dur al-Mantsur
4) Ibn Hajar, al-Sawaiq al-Muhriqah
5) Tabrani, al-Mu'jam al-Shagir
6) Ibn Atsir, Usudul-ghabah
7) Ibn Katsir, Tafsir Ibn Katsir
8) AI-Muttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal
9) AI-Nabhani, al-Fathul-kabir
10)AI-Baghawi, Mashabih al-Sunnah

3
(Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua peninggalan, khalifatain, kitab Allah, yaitu tali yang terben-tang antara langit dan bumi, atau antara langit hingga ke bumi (keraguan pada perawi apakah redaksinya wa al-ardh, dan bumi, atau ila al-ardh, ke bumi) dan keluargaku Ahlubaitku. Sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah hingga nanti bertemu denganku di al-haudh.)
Hadits dengan teks ini terdapat dan diriwayatkan antara lain oleh: ,
1) Al-Suyuti, al-Dur al-Mantsur dan Ihya' al-Mayyit
2) AI-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi' al- Mawaddah
3) AI-Haitsami, Majma' al-Zawaid
4) Abaqat al-Anwar
5) AI-Muttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal
6) Al-Suyuti, al-Jami' al-Saghir
7) AI-Nabhani, al-Fathul-kabir
8) AI-Badkhasyi, Miftahun-naja

4.

(Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua pusaka, yaitu kitab Allah dan Ahlubaitku. Keduanya tidak akan berpisah hingga bertemu denganku di al-haudh)
Hadits dengan teks ini terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) AI-Maghazili al-Syafii, Manaqib Ali Ibn Abi Talib
2) AI-Khawarizmi al-Hanafi, al-Manaqib
3) AI-Himwaini al-Syafii, Faraidh al-Simtain

5

(Sesungguhnya tidak lama lagi akan akan dipanggil Tuhan dan aku akan memenuhinya. Aku tingalkan kepada kamu dua pusaka, yaitu kitab Allah dan Keluargaku. Kitab Allah ada-lah tali yang terbentang dari langit ke bumi dan Keluargaku adalah Ahlu-baitku. Sesungguhnya Allah Yang Maha Latif lagi Maha Mengetahui memberitahuku bahwa keduanya tidak akan terpisah hingga keduanya mene-muiku di al-haudh. Maka lihatlah bagaimana kamu memperlakukan mereka berdua)
1) AI-Muttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal
2) Ibn al-Maghazili al-Syafii, Manaqib Ali Ibn Abi Talib
3) Ibn Hajar, al-Shawaiq al-Muhriqah
4) Zakhair al-Uqba
5) Al-Shabban al-Syafii, Is'af al-Raghibin
6) Tabrani, al-Mu'jam al-Shagir
7) Ibn Saad, al-Tabaqat al-Kubra
8) Al-Suyuti, Ihya al-Mayyit
9) Ibn Atsir, Jami' al-Ushul
10)AI-Nabhani, al-Anwar al-Muhammadiyah

6

(Tampaknya telah datang jemputan untukku dan aku akan memenuhinya.
Sesungguhny aku tinggalkan kepada kamu dua pusaka, yang satu lebih besar dari yang lain, yaitu kitab Allah dan Keluargaku. Maka lihatlah apa yang kamu perbuat ter-hadap peninggalanku itu. Tapi Sesungguhnya mereka berdua tidak akan berpisah hingga mene-muiku di al-haudh)
Hadits dengan teks di atas terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) An-Nasai, Kh as a i s h A m i r u I -mu'minin
2) AI-Khawarizmi al-Hanafi, al-Manaqib
3) Ibn Hajar, al-Shawaiq al-Muhriqah
4) AI-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi' al-Mawaddah
5) AI-Muttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal

7

(Bukankah aku lebih utama ter-hadap diri kamu lebih dari diri kamu sendiri? Mereka menjawab: "Ya, betul". Rasulullah bersabda: "Maka sesung-guhnya aku akan menuntut kamu ten-tang dua hal, yaitu kitab Allah dan Keluargaku.)
Hadist dengan teks di atas terdapat dan diriwayatrkan oleh antara lain:

1) AI-Haitsami, Majma'al-Zawaid 2) Ibn al-Atsir, Usudul-ghabah
2) Al-Suyuti, Ihya' al-Mayyit

8.jpg

(Wahai sekalian manusia! Tampak-nya aku akan meninggalkan kamu dalam waktu dekat. Aku telah ajukan permohonan maafku kepada kamu. Ketahuilah! Aku telah tinggalkan kepada kamu kitab Allah dan keluargaku Ahlubaitku. Kemudian Nabi mengambil tangan Ali dan mengangkatnya: "Ketahuilah!. All bersama Alquran dan Alquran selalu bersama Ali. Keduanya tidak akan berpisah hingga mereka menemuiku di al-haudh)
Hadits dengan teks ini terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) Ibn Hajar, al-Shawaiq al-Muhriqah
2) AI-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi' al-Mawaddah

10.jpg

(Suatu hari Rasulullah saw berpidato di hadapan kami di sebuah oase yang disebut Khum, antara Mekkah dan Madinah. la memuji Allah, meng-agungkan-Nya, memberi nasihat dan peringatan; kemudian berkata: "Amma ba'du. Wahai sekalian manusia! Ketahuilah, aku adalah manusia biasa. Se-bentar lagi utusan Tuhanku akan men-jemputku dan aku akan memenuhinya. Karena itu kutinggalkan kepada kamu dua pusaka. Yang pertama adalah kitab Allah. Di dalamnya terdapat pe-tunjuk dan cahaya. Ambillah kitab Allah dan berpegangteguhlah kepadanya." Lalu Rasulullah berbicara tentang beta-pa pentingnya kitab Allah dan me-nekankan agar selalu berpegangteguh kepadanya. Kemudian Rasulullah berkata: "Dan (kedua) adalah Ahlubaitku, keluargaku. Aku ingatkan kamu: "Takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku! Takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku! Dan takutlah pada Allah tentang Ahlubaitku!.
Hadits dengan teks di atas terdapat dan diriwayatakan oleh antara lain:
1) Muslim, Shahih Muslim
2) AI-Baghawi al-Syafii, Masabih al-Sunnah
3) Al-Zarandi, Nazm Durar al-Simtain
4) Ibn Katsir, Tafsir Ibn Katsir
5) AI-Amri, Misykatul-mashabih
6) Al-Shabban al-Syafii, Is'af al-Raghibin
7) Ahmad Zaini Dahlan, al-Sirah al-Nabawiyah
8) AI-Nabhani, al-Fathul-kabir
9) AI-Tabari al-Syafii, Zakhair al-Uqba
10) AI-Kanji al-Syafii, Kifayatut-Talib

Dalam riwayat Tabrani, setelah mengucapkan wasiatnya agar umat berpegang teguh kepada al-Quran dan Ahlubait, Nabi saw mengingatkan:

11

(Jangan sekali-kali kamu mendahului mereka, niscaya kamu akan celaka. Jangan pula tertinggal dari mereka , niscaya kamu akan celaka. Dan jangan mengajari mereka, karena mereka lebih tahu dari kamu)
Hadits dengan teks di atas terdapat dan diriwayatkan oleh antara lain:
1) Tabrani, al-Mu'jamul al-Shaghir
2) Ibn Hajar, al-Shawaiq al-Muhriqah Majma' al-Zawaid AI-Qanduzi al-Hanafi, Yanabi' al-Mawaddah Al-Suyuti, al-Durr al-Mantsur
6) AI-Mutttaqi al-Hindi, Kanzul-ummal
7) Ibn Atsir, Usudul-ghabah.
Selain itu, Hadits Tsaqalain termasuk di antara sedikit hadits yang diriwayatkan oleh jumlah besar Sahabat. Biasanya hanya beberapa orang saja. Tapi Hadits Tsaqalain ini bahkan diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh lima Sahabat. Mereka antara lain:
1. AlilbnTalib
2. Hasan Ibn Ali Ibn Abi Talib
3. Salman al-Farisi
4. Abuzar al-Ghifari
5. Abdullah Ibn Abbas
6. Abu Said al-Khudri
7. Jabir Ibn Abdillah al-Anshari
8. Abul-haitsam Ibn al-Tihan
9. Abu Rafi'
10. Huzaifah Ibnul-yaman
11. Huzaifah Ibn Usaid al-Ghifari
12. Khuzaimah Ibn Tsabit
13. Zaib Ibn Tsabit
14. Zaid Ibn Arqam
15. Abuhurairah
16. Abdullah Ibn Hantab
17. Jubair Ibn Mut'im
18. AI-Barra' Ibn Azib
19. Anas Ibn Malik
20. Talhah Ibn Abdillah
21. Abdurahman Ibn Auf
22. Saad Ibn Abi Waqqash
23. Sahl Ibn Saad al-Anshari
24. Amr Ibn Ash
25. Adi Ibn Hatim
26. Abu Ayyub al-Anshari
27. Abusyuraih al-Khuzai
28. Uqbah Ibn Amir
29. Abuqudamah al-Anshari
30. Abulaila al-Anshari
31. Dhumairah al-Aslami
32. Amir Ibn Laila
33. Fatimah al-Zahra'
34. Ummu Salamah
35. Ummu Hani
Maka, masih adakah keraguan terhadap wasiat utama Rasulullah ini? Kita mohon pada Allah supaya tidak ter-golong orang yang menolaknya. Amin.


dikutip dari https://hersromero.wordpress.com/2016/05/01/hadits-tsaqalain/

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved