Home » » BAGAIMANA ALLAH AJARKAN, CARA MENGATASI KESEMPITAN HIDUP

BAGAIMANA ALLAH AJARKAN, CARA MENGATASI KESEMPITAN HIDUP

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 06 April 2019 | 11.04

Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur'an Surah Hud, ayat 6:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ.

Ertinya :
"Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya." (QS. Hud : 6)

Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki. Allah SWT  telah menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. 

Oleh karena itu  jika kita menghadapi kesulitan rezeki, maka  langkah bijak  yang perlu dilakukan oleh seorang hamba Allah yang  beriman adalah:

1. Berusaha dan Bekerja dengan  sekuat  tenaga.

Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan rezeki Allah SWT harus berusaha dan bekerja.

 Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam al-Qur'an Surah Al-Jumuah, ayat  10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

Ertinya :
"Jika  telah ditunaikan shalat Jumaat, maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia." (QS. Al Jumu'ah : 10)

Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena, sombong dan harga diri seseorang enggan bekerja kerana  dipandang hina  pekerjaan tersebut. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu dilihat dari  halal atau haram nya pekerjaan tersebut  dalam pandangan Islam.

2. Taqwa kepada Allah SWT. 

Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah SWT  dengan meninggalkan ibadah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam al-Qur'an  Surah At-Talaq, ayat 2-3:

ِ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا() وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ .

Ertinya :
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya. " (QS. Ath Thalaq : 2-3)

Maksudnya adalah jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan dan tidak  disangka-sangka, demikian pendapat Qatadah, seorang tabi'in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). 

Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).

3. Tawakkal kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Talaq, ayat 3:

 وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ .

Ertinya :
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya. " (QS. Ath Thalaq : 3)

Maksud ayat  di atas adalah barangsiapa yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT, niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan," ( Imam  Al Qurthubi dalam dalam Al Jami' Ahkamul Qur'an, 8/106).

Dan tidak di namakan tawakkal bila tidak melakukan usaha. Sesungguhnya menjalani usaha merupakan bahagian dari tawakkal itu sendiri. 

Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan :"Tawakkal dan kecukupan (yang Allah SWT janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata-mata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya. 

Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepatutnya seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat sesuatu dan tidak  berusaha. 

Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu semua." (Zadul Ma'ad 2/315). 

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kaian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan  kenyang." (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

4. Syukur kepada Allah SWT. 

Syukur adalah jalan lain yang Allah SWT berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. 

Allah SWT berfirman dalam al-Qur'an Surah Ibrahim, ayat  7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Ertinya:
"Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras." (QS. Ibrahim : 7)

Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki yang AllahSWT bagikan kepada kita. 

Adapun hakekat syukur adalah : "mengakui nikmat tersebut datangnya dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya," begitu  (Al Imam Qurthubi dalam tafsir Qurthubi 9/225). 

5. Berinfaq (sedekah ) kerana Allah SWT. 

Sebagian orang beranggapan, bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah SWT, sebab dengan berinfaq harta kita menjadi berkurang. 

Ketahuilah bahawa Allah SWT Maha Memberi Rezeki telah berfirman dalam al-Qur'an Surah Saba, ayat  39:

 وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Ertinya :
"Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya. " (QS. Saba: 39)

6. Menjaga Silaturahimantara  sesama manusia. 

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi. " (HR. Bukhori Muslim)

7. Memperbanyakkan Doa kepada Allah SWT. 

Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. 

Rasulullah SAW mengajak  kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki dalam  haditsnya:

"Ya Allah aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima." (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya).

Ya Allah  jadikan segala  ujian yang  Engkau  timpakan kepada kami sebagai nikmat yang  kami wajib terima. Jangan  Engkau  jadikan  ujian  tersebut  bala  kepada kami. Mudah-Mudahan  kami mampu menghadapi segala  ujian yang  Engkau timpakan  kepada kami.  Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved