Home » » Empat RaPerda Inisiatif Mulai Digodok

Empat RaPerda Inisiatif Mulai Digodok

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 03 Juli 2019 | 01.51

fokusbatulicin.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan 4 (empat) buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif, bertempat di Ruang Sidang Paripurna, Senin (01/07/209).

Empat buah raperda tersebut yakni Raperda tentang Kepemudaan, Raperda tentang Pembinaan dan Pemeliharaan Kesenian Tradisional, Raperda tentang Bantuan Pendamping Pasien Tidak Mampu dan Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Situs Cagar Budaya.

Keempat raperda inisiatif tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu HM Alfiya Rakhman kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H Rooswandi Salem untuk selanjutnya dibahas pihak eksekutif.

Dalam nota penjelasan terkait empat buah raperda inisiatif tersebut Wakil Ketua DPRD HM Alfiya Rakhman mengatakan Raperda tentang Kepemudaan merupakan upaya bersama dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, generasi yang memiliki karakter kuat dan memiliki komitmen kebangsaan yang utuh serta mempunyai kompetensi unggul guna melanjutkan pembangunan daerah, terutama di Kabupaten Tanah Bumbu.

Selanjutnya terkait Raperda tentang Pembinaan dan Pemeliharaan Kesenian Tradisional, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan maka pemerintah daerah kabupaten/kota berwenang mengatur tentang perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kesenian, karya seni yang bersifat positif yang ada ditengah masyarakat.

"Karenanya perlu dilakukan perlindungan dan pengembangan serta pemanfaatan secara berkesinambungan, dari generasi ke generasi sebagai bentuk kekayaan bangsa ini. Sehingga dipandang perlu dibuatkan sebuah payung hukum daerah yang akan melindungi dan mengatur tentang pembinaan dan pemeliharaan kesenian tradisional dalam bentuk sebuah peraturan daerah," jelasnya.

Adapun terkait Raperda tentang Bantuan Pendamping Pasien Tidak Mampu, Alfiya menyampaikan hal itu merupakan keinginan dan aspirasi masyarakat tidak mampu. Mereka menghendaki adanya bantuan dari pemerintah daerah kepada para pendamping pasien atau dengan kata lain keluarga yang mendampingi pasien saat dirawat inap di rumah sakit.

"Ketika ada warga yang harus dirawat inap dirumah sakit, tentu akan membawa konsekuensi terjadinya keadaan yang tidak stabil bagi keluarga yang menunggunya, sehingga akan berdampak kepada kelangsungan hidup atau pemenuhan kebutuhan hidup keluarga tersebut. Maka untuk itu DPRD berinisiatif untuk membuat sebuah peraturan daerah yang nantinya dapat mengatur pemberian bantuan terhadap pendamping pasien tersebut, guna meringankan beban yang dipikulnya," sampainya.

Kemudian untuk Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Situs Cagar Budaya, hal itu sebagai upaya bersama dalam melindungi cagar budaya yang dimiliki. Sebab cagar budaya merupakan kekayaan daerah yang memiliki peran penting dalam pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Dalam melestarikan cagar budaya daerah tersebut perlu adanya kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat atau keterlibatan semua pihak untuk perlindungan, pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatannya," katanya.

Untuk mengatur semua hal tersebut perlu adanya sebuah peraturan daerah yang akan menjadi payung hukum dalam upaya pelindungan dan pemanfaatan cagar budaya yang dimiliki saat ini.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Hasanuddin bersama anggota dan dihadiri oleh Bupati yang diwakili Sekretaris Daerah, Kepala SKPD serta FKPD dan undangan lainnya. ( TFB/ foto : ist)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved