Home » » Tanbu Dinilai Berhasil, Tangani Stunting

Tanbu Dinilai Berhasil, Tangani Stunting

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 12 September 2019 | 14.31

fokusbatulicin.com Karena dinilai berhasil dan menjadi yang terbaik dalam penanganan stunting di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) manjadi salah satu daerah di Indonesia yang di evaluasi oleh tim kinerja stunting nasional.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Tanbu Rooswandi Salem, tim evaluasi kinerja stunting nasional itu terdiri dari unsur Sekretariat Negara (Setneg), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dari bank dunia yang tergabung dalam tim evaluator kinerja stunting nasional.

Kedatangan tim terpadu penanganan stunting nasional di Bumi Bersujud itu karena Tanbu di nilai memiliki strategi yang komprehensip dan efektif dalam penanganan stunting di daerah, sehingga penurunan angka prevalensi stunting di Tanbu sangat signifikan.

Dari evaluasi yang dilakukan oleh tim evaluator penanganan stunting nasional tersebut, selanjutnya Tanbu akan dimasukan dalam daftar kabupaten/kota yang akan evaluasi secara nasional.

Sekda menyebutkan, dari hasil evaluasi secara nasional itu, Tanbu diharapkan bisa menempati posisi terbaik secara nasional. Atau setidaknya, masuk dalam tiga besar terbaik secara nasional.

Karenanya ia berharap, SKPD yang terlibat serta seluruh komponen terkait harus terus bekerja keras dan saling bahu membahu agar kerja kolektif dalam rangka menurunkan angka kasus stunting di Tanbu itu dapat diminimalisir bahkan nol kasus.

APA ITU STUNTING??

Stunting adalah kondisi tumbuh dan kembang anak yang terganggu akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan psikososial anak yang tidak seimbang.

Sedangkan menurut UNICEF, Stunting didefinisikan sebagai persentase anak – anak usia 0 sampai dengan 59 bulan, dengan tinggi dibawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) yang diukur dari standar pertumbuhan anak dari WHO.

Kondisi stunting bahkan bisa dimulai sejak anak dalam kandungan, ini dikemukakan oleh WHO yang menyatakan stunting anak 20% sudah terjadi pada anak dalam kandungan. Penyebab stunting anak dalam kandungan dikarenakan asupan gizi ibu selama kehamilan kurang berkualitas sehingga menyebabkan nutrisi yang diterima janin kurang.

Selain pertumbuhan yang terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang berdampak pada prestasi belajar anak. ( Tfb/ foto ist)

 


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved